RADAR GRESIK - Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional.
Melalui riset panjang yang dipimpin oleh pakar Agroteknologi sekaligus Guru Besar UMG, Prof. Dr. Setyo Budi, MP, dua varietas klon tebu unggul hasil inovasi kampus tersebut resmi dinyatakan lolos dalam Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan Semester I Tahun 2026.
Sidang bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) ini berlangsung pada selama dua hari yaitu hari Kamis dan Jumat ( 4 dan 5 Juni 2026), bertempat di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi, Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: Menko Zulkifli Hasan Dorong Peran Strategis UMG dalam Percepat Swasembada Pangan
Dalam agenda tersebut, Prof. Setyo Budi memaparkan materi ilmiah bertajuk “Usulan Pelepasan Klon-Klon Unggul Harapan Tebu Masak Awal Tengah dan Tengah-Lambat, Berproduktivitas Tinggi Untuk Mendukung Swasembada Gula Nasional”.
Usulan tersebut diuji secara ketat oleh 21 pakar tanaman perkebunan yang terdiri dari ahli Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pakar statistik, serta Tim Penilai Varietas (TPV) Ditjen Perkebunan.
Melalui sidang tertutup, tim penguji memutuskan 2 dari 7 varietas klon tebu yang diusulkan UMG berkolaborasi dengan PT Sinergi Gula Nusantara, PTPN I Regional 4, dan BBPPTP Surabaya, resmi dinyatakan lolos untuk dilepas ke masyarakat.
"Kami sangat bahagia dan bersyukur meskipun dari seluruh usulan baru dua klon yang disetujui pada sidang hari ini, terima kasih atas support dan dukungan segenap civitas akademika, pimpinan UMG khususnya, serta kepada PT. Sinergi Gula Nusantara, PTPN I Regional 4, dan BBPPTP Surabaya.” Ujar Prof. Setyo Budi, MP yang juga merupakan Dosen Agroteknologi & Peneliti Utama UMG
Lebih lanjut Prof. Setyo Budi menyampaikan bahwa kedua varietas unggul yang berhasil mendapatkan persetujuan tersebut resmi diberi nama Varietas JW01 UMG NX dan Varietas SB 11 UMG NX.
“Hasil hari ini merupakan rangkaian panjang proses penelitian kami, kehadiran dua varietas baru ini kami harap mampu menjadi angin segar bagi industri gula tanah air melalui klon unggul tebu yang memiliki produktivitas tinggi dan memiliki ketahanan yang kuat terhadap hama." tambah Prof. Setyo Budi.
Keberhasilan ini disambut haru oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMG, Prof. Dr. Yudhi Arifani, M.Pd, yang hadir mendampingi tim peneliti di Bogor. Beliau menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari konsistensi riset yang luar biasa.
"Kami sangat bangga dan terharu atas raihan prestasi Prof. Budi beserta tim. Beliau menjadi satu-satunya profesor dari Perguruan Tinggi di Indonesia yang konsen dan berhasil melahirkan klon tebu unggul saat ini, semoga prestasi ini memotivasi dan diteladani oleh dosen peneliti UMG lainnya," tutur Prof. Yudhi.
Di tempat terpisah, Rektor UMG, Prof. Khoirul Anwar, M.Pd, turut menyampaikan apresiasi tertinggi atas pencapaian besar yang diraih oleh dosen Fakultas Pertanian tersebut. Pihak rektorat menilai penemuan ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi terhadap ketahanan pangan nasional.
"Atas nama UMG kami memanjatkan alhamdulillah, puji syukur tak hingga kepada Allah SWT. Prestasi Prof. Budi ini semakin melengkapi prestasi UMG sebagai kampus Unggul dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan di Indonesia, khususnya mendukung program swasembada gula nasional," pungkas Prof. Khoirul Anwar penuh syukur. (nov/han)
Editor : Hany Akasah