Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kondisi Sehat Usai Puncak Haji, 2.673 Jamaah Asal Gresik Dijadwalkan Pulang Mulai 12 Juni 2026

Fajar Yuliyanto • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:18 WIB
SUASANA: Para jamaah haji saat berkumpul melaksanakan ibadah dengan khusyuk di padang Arafah, Arab Saudi. (Ist/Radar Gresik)
SUASANA: Para jamaah haji saat berkumpul melaksanakan ibadah dengan khusyuk di padang Arafah, Arab Saudi. (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (kemenhaj) Kabupaten Gresik memastikan seluruh jamaah haji asal Kabupaten Gresik dalam kondisi sehat usai merampungkan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sesuai dengan jadwal, kepulangan para jamaah haji ke Tanah Air akan mulai bergulir pada pertengahan Juni 2026.

Kepala Kantor kemenhaj Kabupaten Gresik, Lulus, menyampaikan bahwa jadwal kepulangan jamaah haji asal Gresik dibagi ke dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Berdasarkan data manifes, total jumlah jamaah haji asal Kabupaten Gresik pada tahun 2026 ini mencapai 2.673 orang.

Baca Juga: Lautan Manusia di Armuzna, DPD RI Lia Istifhama: Bismillah Tuntaskan yang Wajib, Sunnah Pasrah Pada Allah SWT

“Untuk kepulangan jamaah haji asal Gresik akan dimulai pada 12 Juni 2026, yang meliputi Kloter 42, 43, 44, 45, dan 46. Sementara untuk Kloter 47, 48, dan 49 dijadwalkan menyusul kembali ke Tanah Air pada 13 Juni 2026,” kata Lulus, Kamis (28/5).

Saat memberikan keterangan, Lulus menyebutkan bahwa posisi para jamaah saat ini sudah bergeser dan berada di Mina untuk menuntaskan rangkaian ibadah lempar jumrah.

“Untuk jamaah haji Kabupaten Gresik posisinya saat ini sudah berada di Mina, dan alhamdulillah semuanya dalam kondisi sehat,” ucapnya bersyukur.

Baca Juga: Sentuh Ratusan Warga, Kader PDI Perjuangan Gresik Antar Daging Kurban Langsung ke Pintu Rumah

Lebih lanjut, Lulus membeberkan kronologi pergerakan jamaah selama fase puncak haji. Rombongan mulai bergerak meninggalkan pemondokan menuju padang Arafah pada Senin (25/5) untuk melaksanakan inti ibadah wukuf pada 9 Dzulhijjah yang jatuh pada Selasa (26/5).

Setelah waktu Magrib berlalu, jamaah secara bertahap diberangkatkan menuju Muzdalifah guna melakukan prosesi mabit (bermalam) singkat, sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju Mina.

Menariknya, sebagai bentuk perlindungan, khusus bagi jamaah lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), dan para pendamping, Kemenag menerapkan program murur. Melalui skema ini, jamaah lansia tidak turun dari bus saat melintasi Muzdalifah, melainkan tetap berada di dalam kendaraan sebelum langsung diberangkatkan menuju Mina selepas tengah malam.

Baca Juga: Sinergi CSR Iduladha, Gressmall dan Aston Gresik Salurkan Hewan Kurban ke Tujuh Yayasan

“Selain murur, sebagian jamaah juga mengikuti program tanazul. Artinya, setelah mereka selesai melaksanakan lempar jumrah aqabah, jamaah langsung diperbolehkan kembali ke hotel tempat mereka menginap,” ujarnya.

Mengingat cuaca ekstrem dan suhu udara di Arab Saudi saat ini cukup menyengat, pihak Kemenag Gresik melayangkan imbauan keras agar para jamaah senantiasa disiplin menjaga kondisi kesehatan tubuh dan mencukupi kebutuhan cairan. 

Jamaah juga diminta mutlak mematuhi jadwal berkala lempar jumrah pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi guna menghindari kepadatan massa dan potensi fatalitas di jalur maktab.

Baca Juga: Beraksi Siang Bolong di Sidokumpul, Kakak-Adik Komplotan Curanmor Diringkus Polsek Gresik Kota

“Kami berpesan dan mewanti-wanti kepada seluruh jamaah agar tetap menjaga kesehatan dengan baik karena cuaca di sana sangat panas. Tetap ikuti aturan dan ketentuan waktu yang berlaku demi keselamatan bersama,” pungkas Lulus. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#jemaah #gresik #Pulang #haji #Kemenhaj