Sasar Mustahik, Baznas Gresik Kembangkan Balai Ternak Kebomas Menuju Hilirisasi Usaha

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 18:52 WIB
Ketua Baznas Kabupaten Gresik Muhammad Mujib bersama pengurus saat meninjau langsung dan memberikan pakan konsentrat di Balai Ternak Kelompok Mekar Sari, Kebomas. (Fajar/Radar Gresik)
Ketua Baznas Kabupaten Gresik Muhammad Mujib bersama pengurus saat meninjau langsung dan memberikan pakan konsentrat di Balai Ternak Kelompok Mekar Sari, Kebomas. (Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan domba binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik terus menunjukkan tren positif.

Salah satu proyek percontohan yang sukses berkembang adalah Kelompok Ternak Mekar Sari yang terletak di Kelurahan Serambi, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Tidak sekadar fokus pada budidaya tradisional, kelompok tani ini tengah mempersiapkan peta jalan hilirisasi usaha yang matang. Mulai dari penyediaan hewan kurban, layanan katering, pengolahan pupuk organik, produksi daging domba beku (frozen food), hingga rencana jangka panjang membuka warung sate domba khas.

Baca Juga: Rutan Gresik Gandeng MUI dan BAZNAS Perkuat Karakter Spiritual Warga Binaan

Pendamping Balai Ternak Baznas RI di Kabupaten Gresik, drh. Yudha Indrawan, mengungkapkan bahwa potensi pasar untuk hilirisasi komoditas ini masih sangat terbuka lebar.

“Kelompok Ternak Mekar Sari ini merupakan binaan dari Baznas. Ke depan, orientasinya bukan hanya menjual hewan ternak hidup, tetapi juga masuk ke ranah katering, pupuk organik, produk daging beku, hingga membuka warung sate domba,” kata drh. Yudha, Kamis (28/5).

Menurut Yudha, saat ini pasar kuliner di Gresik masih didominasi oleh sate kambing, sehingga sate domba menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Baca Juga: Gandeng Baznas, Gus Yani Ajak ASN Pemkab Gresik Bayar Zakat Serentak

Dari segi kualitas, domba-domba yang dipelihara di balai ternak ini telah memenuhi kualifikasi premium, baik untuk konsumsi maupun ibadah kurban, dengan usia minimal satu tahun dan bobot rata-rata berkisar 27 hingga 29 kilogram. Saat ini, total populasi domba di kandang kelompok tersebut telah mencapai 500 ekor.

Program pemberdayaan ini secara khusus menyasar masyarakat kurang mampu atau mustahik. Melalui sistem penggemukan ternak yang terukur, para anggota kelompok mampu mendongkrak pendapatan domestik mereka secara signifikan.

“Alhamdulillah, program ini berhasil menambah income warga. Dalam satu periode penggemukan yang memakan waktu tiga sampai empat bulan, para peternak bisa mendapatkan tambahan pendapatan bersih sekitar Rp500 ribu per bulan,” imbuh Yudha.

Baca Juga: Peringati HUT Pemkab dan Hari Jadi Gresik, Baznas Gelar Service dan Ganti Oli Gratis untuk Pemudik serta Ojol

Ketua Baznas Kabupaten Gresik, Muhammad Mujib, menyampaikan bahwa kesuksesan pengelolaan ini tidak lepas dari dukungan penuh sinergi antara Baznas Kabupaten, Baznas Provinsi Jawa Timur, Baznas RI, serta Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik.

Pada awal tahun 2026, Balai Ternak Gresik menerima sokongan dana dan fasilitas yang cukup besar dari pusat.

“Di awal 2026 ini, kami mendapat stimulan yang signifikan dari Baznas RI. Melalui ekosistem peternakan ini, kami diamanahi untuk menyiapkan lini ternak yang siap disembelih untuk menyukseskan program kurban nasional,” jelas Mujib.

Baca Juga: Sinergi PWI Gresik, Bupati, dan Baznas: Tebarkan Kebaikan Lewat Santunan Anak Yatim di Ramadan

Untuk momentum Iduladha tahun ini, sebanyak 35 ekor domba dari balai ternak ini akan disembelih dan didistribusikan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan melalui jaringan relawan Baznas, sesuai dengan petunjuk teknis operasional pusat.

Perjalanan Kelompok Ternak Mekar Sari terbilang inspiratif. Ketua Kelompok, M. Sholeh, menceritakan bahwa program bantuan ini sebenarnya telah dirintis sejak enam tahun lalu.

Fase awal dimulai dengan skala kecil yang digawangi oleh 10 orang anggota, di mana masing-masing menerima stimulan empat ekor domba dari Baznas Kabupaten. Karena dinilai amanah dan berhasil mengembangkan populasi ternak, kucuran bantuan dari level provinsi hingga Baznas RI terus mengalir.

Baca Juga: Plesetan Buahlil di Lagu My Little Bolu Ketan Viral, Golkar: Kreatif dan Menghibur

“Berkat konsistensi dan keberhasilan teman-teman, bantuan dari pusat akhirnya turun. Sekarang jumlah anggota kami telah berkembang menjadi 38 orang,” kata Sholeh bangga.

Untuk varietasnya sendiri, kelompok ini mengombinasikan domba lokal dengan persilangan ras texel. Pada tahun ini, sebanyak 19 anggota mendapatkan paket bantuan reguler dari Baznas RI berupa sembilan ekor ternak per individu, lengkap beserta fasilitas pembuatan kandang standar.

Sholeh menambahkan, para peternak kini juga mendapatkan pembinaan intensif terkait formulasi pakan konsentrat dari tim ahli Baznas RI untuk mendongkrak kualitas daging dan mempercepat masa panen. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
mustahik ternak Baznas gresik kebomas