RADAR GRESIK – Memasuki usia ke-539 tahun, Kota Gresik tidak hanya merayakan perjalanan sejarahnya sebagai salah satu kota tertua di Jawa Timur, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus bergerak maju melalui berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Momentum hari jadi tersebut menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk memperkuat arah pembangunan daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan salah satu kerangka utama pembangunan yang kini menjadi penggerak berbagai kebijakan strategis adalah Nawa Karsa, sebuah konsep pembangunan yang dirancang untuk mempercepat transformasi daerah di berbagai sektor.
“Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berupaya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas layanan publik, serta pembangunan sumber daya manusia yang inklusif,” kata Gus Yani sapaan Fandi Akhmad Yani.
Berbagai program dalam Nawa Karsa diarahkan untuk menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, mulai dari reformasi birokrasi dan layanan publik yang lebih cepat dan transparan, penguatan sektor ekonomi lokal dan UMKM, hingga peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan yang merata.
Menurutnya, lebih dari sekadar agenda pembangunan, Nawa Karsa juga menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Karena itu, pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik semata, tetapi juga dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan daya saing daerah, serta terciptanya kesejahteraan masyarakat yang lebih merata,” katanya.
Menurutnya, momentum Hari Jadi ke-539 Kota Gresik menjadi penanda penting bahwa pembangunan harus terus bergerak maju, dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai fondasi utama menuju Gresik yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.
Reformasi Layanan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan
Pada sektor tata kelola pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Gresik mengusung program Gresik Tuntas, yang menitikberatkan pada percepatan pelayanan publik dan peningkatan akuntabilitas pemerintahan.
Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Gresik. Kepala Badan adalah Andhy Hendro Wijaya mengatakan, salah satu inovasi yang dijalankan adalah gebyar pelayanan publik dengan sistem jemput bola, di mana berbagai layanan administrasi pemerintahan dibawa langsung ke masyarakat agar lebih mudah diakses.
Pendekatan ini dinilai efektif untuk memangkas birokrasi serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah.Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan optimalisasi sistem pajak daerah melalui digitalisasi dan pembaruan sistem pengelolaan data.
Kolaborasi lintas sektor juga diperkuat melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) guna memastikan integrasi data pembangunan yang lebih akurat dan berbasis bukti.
Dalam upaya meringankan beban masyarakat, pemerintah juga memberikan diskon Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 80 persen bagi wajib pajak tertentu.
Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Perlindungan Sosial
Pada sektor ekonomi dan perlindungan sosial, program Gresik Seger dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan perlindungan pada kelompok rentan.
Kepala Dinas UMKM, Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Darmawan mengatakan program ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pasar sembako murah serta bantuan sosial pada periode tertentu, khususnya ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.
“Kebijakan tersebut turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, di mana tingkat inflasi Kabupaten Gresik tercatat berada pada angka 2,44 persen,” katanya.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada masyarakat pesisir melalui pemberian bantuan sembako serta alat tangkap bagi nelayan, terutama pada periode rawan cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah juga mengembangkan Program Desa Migran EMAS, sebuah program pemberdayaan dan perlindungan bagi pekerja migran asal Gresik yang dijalankan melalui kerja sama dengan KBRI Malaysia.
Program ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum dan sosial bagi pekerja migran, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga mereka di daerah asal.
Infrastruktur untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu pilar penting dalam program Gresik Mapan yang berfokus pada peningkatan akses layanan dasar serta penguatan konektivitas wilayah.
Salah satu capaian penting adalah pembangunan 7.600 sambungan rumah air bersih, yang menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
Selain itu, pembangunan 38,181 kilometer jalan kabupaten juga dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah juga berhasil mengurangi kawasan kumuh seluas 25,82 hektare melalui program penataan kawasan permukiman.
Sebanyak 492 unit rumah tidak layak huni juga telah ditangani melalui program perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam upaya memperkuat ekonomi lokal, pemerintah membangun pasar tematik kawasan industri Sidayu serta mengembangkan sentra industri kecil menengah (IKM) di Kecamatan Menganti.
Konektivitas transportasi juga diperkuat melalui layanan Bus Trans Jatim Koridor VII yang menghubungkan Gresik, Lamongan, hingga Paciran.
Layanan Kesehatan Terpadu dan Penurunan Stunting
Di sektor kesehatan, program Gresik Sehati difokuskan pada penguatan layanan kesehatan terpadu serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 79 persen penerima manfaat, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Penguatan fasilitas kesehatan juga ditandai dengan peresmian RSUD Gresik Sehati, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengintegrasikan berbagai program penanganan stunting melalui program Gresik Urus Stunting (GUS).
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan turunnya prevalensi stunting di Kabupaten Gresik menjadi 15,2 persen, lebih rendah dari target nasional yang berada di angka 18,8 persen.
Penguatan Ketahanan Pangan dan Pertanian
Pada sektor pertanian dan ketahanan pangan, pemerintah menjalankan program Gresik Agropolitan yang berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian serta perlindungan lahan pertanian.
Program ini meliputi perlindungan lahan baku sawah, rehabilitasi 10 waduk, serta pembangunan jaringan irigasi untuk mendukung ketersediaan air bagi sektor pertanian.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan bibit serta melakukan pengembangan kawasan pertanian untuk meningkatkan hasil produksi.
Pendampingan kepada petani juga dilakukan melalui program sambang petani, sekaligus penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan efisiensi produksi.
Penciptaan Lapangan Kerja dan Penguatan UMKM
Dalam upaya memperluas kesempatan kerja, pemerintah menjalankan program Gema Karya yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berbagai kegiatan seperti job fair, pelatihan kewirausahaan, hingga inkubasi bisnis bagi pelaku UMKM menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal.
Program ini juga mencakup matching UMKM dengan pasar, sehingga pelaku usaha kecil memiliki akses yang lebih luas terhadap peluang bisnis.
Selain itu, penguatan ekonomi kreatif juga dilakukan melalui berbagai festival dan kegiatan ekonomi lokal yang melibatkan komunitas masyarakat.
Pembangunan SDM Inklusif dan Pelestarian Budaya.
Pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus penting dalam program Gresik Cemerlang, yang menekankan pendekatan pendidikan inklusif.
Program tersebut meliputi kejar paket untuk menuntaskan angka putus sekolah, layanan antar-jemput bagi anak berkebutuhan khusus, serta penyediaan ruang inklusi bagi anak istimewa melalui kegiatan seni.
Selain itu, pemerintah juga meresmikan Gresik Universal Science (GUS) sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi generasi muda.
Pada sektor budaya dan religiusitas melalui program Gresik Barokah, pemerintah memberikan insentif bagi 1.100 hafidz, menyelenggarakan Dekranasda Fest untuk pelestarian budaya, serta meraih juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Jawa Timur.
Pelestarian Lingkungan dan Identitas Daerah
Sementara itu, program Pesona Gresik difokuskan pada upaya pelestarian lingkungan dan penguatan identitas daerah.
Pemerintah daerah melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove, pembangunan empat TPS3R, serta pengoperasian dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo dan Desa Diponggo, Bawean.
Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik menjadi 65,09.
Pembangunan Berbasis Data
Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan bahwa seluruh program pembangunan tersebut dirancang berdasarkan indikator kinerja yang terukur.
Pendekatan pembangunan berbasis data diharapkan mampu memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada peningkatan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, berbagai capaian ini akan menjadi baseline pembangunan daerah, dengan penguatan kerangka pendanaan inovatif, kolaborasi multipihak, serta sistem monitoring dan evaluasi yang lebih akurat. (*)
Editor : Hany Akasah