RADAR GRESIK – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendongkrak ekonomi pedesaan terus digencarkan oleh jajaran TNI di wilayah teritorial Kodim 0817/Gresik.
Babinsa Koramil Balongpanggang, Serka Purwanto, melakukan aksi nyata dengan memberikan pendampingan intensif bagi para peternak penggemukan sapi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Jumat (9/1).
Kegiatan anjangsana ini bertujuan untuk memastikan usaha peternakan warga tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan.
Dalam kunjungannya ke tempat penggemukan sapi milik warga, Serka Purwanto menekankan pentingnya manajemen limbah. Selama ini, kotoran sapi seringkali dianggap sebagai masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.
Namun, di tangan peternak yang teredukasi, limbah tersebut bisa diolah menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai jual tinggi.
“Kami memberikan himbauan dan pendampingan agar usaha peternakan ini dikelola secara berkelanjutan. Limbah kotoran sapi diarahkan untuk diolah menjadi pupuk organik. Jadi, lingkungan tetap bersih, dan peternak punya penghasilan tambahan dari penjualan kompos,” jelas Serka Purwanto.
Selain soal lingkungan, Babinsa juga memberikan masukan terkait strategi pemasaran dan tata cara penjualan daging yang lebih efektif agar pendapatan peternak dapat maksimal saat memasuki masa panen atau hari besar.
Apresiasi datang dari Bakri, salah satu peternak penggemukan sapi di Desa Kedungpring. Ia mengaku arahan dari Babinsa membuka wawasan baru, terutama mengenai potensi ekonomi dari pengolahan limbah yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan Bapak Babinsa. Kami jadi termotivasi untuk mengembangkan usaha dengan sistem yang lebih modern, mulai dari pengelolaan pakan hingga pemanfaatan kotoran sapi menjadi kompos. Ini sangat membantu menjaga kenyamanan warga sekitar juga,” ungkap Bakri.
Melalui sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, diharapkan peternakan di Desa Kedungpring dapat menjadi role model bagi desa-desa lain di Kecamatan Balongpanggang.
Sinergi ini membuktikan bahwa peran Babinsa tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
“Kami berharap langkah ini mampu menjadi inspirasi bagi peternak lainnya untuk mengembangkan usaha yang produktif, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan bersama,” pungkas Serka Purwanto. (jar/han)
Editor : Hany Akasah