Gresik – Suasana akademik sebagai praktik pembelajaran bahasa Inggris bukan hanya dilakukan di ruang kelas oleh mahasiswa dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Hal ini dibuktikan dalam kegiatan English Carnival 2026 yang diadakan pada hari Rabu (07/01) bertempat di Kampus 1 UMG jalan Sumatra nomor 101 Gresik Kota Baru (GKB) Gresik.
Terasa kuat atmosfer internasional di lingkungan Universitas Muhammadiyah Gresik ini yang juga sering disebut dengan UM Gresik melalui penyelenggaraan English Carnival: Learn, Shop, and Connect yang digagas oleh Direktorat Sertifikasi Profesi, Pengembangan Bahasa, dan Usaha.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi inovatif dari Program D1 Bahasa Inggris yang dirancang untuk membawa pembelajaran bahasa Inggris keluar dari ruang kelas menuju praktik nyata yang lebih kontekstual.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UMG, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan bahwa kemampuan berbahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan strategis dalam menghadapi persaingan global.
"English Carnival merupakan ruang belajar alternatif yang mendorong mahasiswa untuk berani berbicara, berinteraksi, dan beradaptasi dalam situasi nyata menggunakan bahasa Inggris,' jelas Prof. Khoirul Anwar.
Usai sambutan pembukaan, Direktur Direktorat Sertifikasi Profesi, Pengembangan Bahasa, dan Usaha, Dr. Ir. Djoko Soelistya, M.M., menjelaskan bahwa English Carnival dikemas dengan konsep bazar interaktif berbasis "English Only".
Dalam konsep ini, seluruh transaksi jual beli, negosiasi harga, hingga percakapan informal antara penjual dan pembeli wajib menggunakan bahasa Inggris.
"Konsep ini tidak hanya melatih keterampilan berbicara (speaking), tetapi juga melatih kepercayaan diri, ketepatan penggunaan kosakata, serta kemampuan berpikir cepat dalam berkomunikasi," ujar Dr. Ir. Djoko Soelistya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor I UMG, Dr. Slamet Asari, S.Pd., M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap inovasi pembelajaran berbasis praktik.
Kehadiran pimpinan universitas ini menjadi simbol komitmen UM Gresik dalam membangun atmosfer akademik yang adaptif terhadap kebutuhan global serta mendorong internasionalisasi kampus secara berkelanjutan.
English Carnival menghadirkan beragam stan bazar yang dikelola oleh mahasiswa, mulai dari produk makanan, minuman, hingga berbagai hasil kreativitas mahasiswa.
Seluruh aktivitas di area bazar berlangsung dalam suasana komunikatif dan dinamis.
Mahasiswa ditantang untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris mereka secara langsung dalam situasi nyata yang menyenangkan dan tidak kaku.
Menambah daya tarik, kegiatan ini juga menghadirkan stan khusus mahasiswa asing yang menjadi ruang interaksi lintas budaya sekaligus sarana pembelajaran autentik bagi mahasiswa lokal.
Melalui percakapan langsung dengan mahasiswa internasional, peserta tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami perbedaan budaya, kebiasaan, serta cara berkomunikasi dalam konteks global.
Melalui English Carnival: Learn, Shop, and Connect, UMG menegaskan komitmennya dalam menghadirkan model pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif, aplikatif, dan anti-mainstream.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa dapat dikemas secara kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan dunia nyata, sekaligus memperkuat posisi UMG sebagai kampus unggulan dan terbaik di Gresik serta Pantura Jawa Timur yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (nov/han)
Editor : Hany Akasah