RADAR GRESIK – Dalam upaya nyata mendukung program ketahanan pangan nasional dan mempercepat masa tanam padi, Kelompok Tani (Poktan) Tani Maju Desa Mondoluku, Kecamatan Wringinanom, Gresik, bersama dengan Babinsa setempat melaksanakan kegiatan tanam padi serentak. Kegiatan ini dilakukan di area persawahan seluas 2 hektar.
Di tengah hamparan lahan yang mulai memasuki musim tanam, para petani terlihat berjejer rapi melakukan proses penanaman bibit padi.
Kehadiran Babinsa Mondoluku, Kopka Hariono, memberikan dukungan langsung dan motivasi kepada para petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka.
Kopka Hariono menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) yang berkelanjutan. Hal ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan warga di desa binaan.
“Kami hadir bukan hanya untuk membantu proses tanam, tetapi juga memberi semangat agar petani dapat mempercepat masa tanam guna mendukung program swasembada pangan,” ujar Kopka Hariono, Jumat (12/12).
Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan Babinsa tidak hanya terbatas pada proses tanam.
Pihaknya juga akan berperan aktif membantu mulai dari persiapan lahan, pengolahan, hingga tahap perawatan tanaman menjelang masa panen.
Pendampingan ini akan dilakukan secara berkelanjutan demi memastikan petani mampu mendapatkan hasil panen yang optimal dan turut memperkuat ketersediaan pangan daerah.
Para petani dari Poktan Tani Maju menyambut positif keterlibatan Babinsa. Mereka merasa terbantu, apalagi setelah sebelumnya para petani juga mendapatkan penyuluhan dari petugas pertanian terkait teknik tanam yang baik dan benar.
Kolaborasi ini dinilai semakin mempercepat proses penanaman dan meningkatkan optimisme petani menghadapi musim tanam kali ini.
“Dengan sinergi antara TNI dan petani, diharapkan program percepatan tanam padi dapat berjalan efektif dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan di Kecamatan Wringinanom dan Kabupaten Gresik secara umum,” tutupnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah