Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Siaga Bencana, TNI Turun Tangan Evakuasi Warga Terdampak Banjir Kali Lamong

Fajar Yuliyanto • Minggu, 23 November 2025 | 17:22 WIB
MEMBANTU : Para TNI membantu evakuasi warga yang terdampak banjir.
MEMBANTU : Para TNI membantu evakuasi warga yang terdampak banjir.

RADAR GRESIK – Curah hujan yang tinggi di wilayah hulu, meliputi Kabupaten Lamongan, Mojokerto, dan Gresik Selatan, kembali memicu luapan Sungai Kali Lamong.

Akibatnya, wilayah Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, mengalami penambahan jumlah desa yang tergenang.

Menurut Bati Tuud Serma Novi Agus mewakili Danramil 0817/09 Letda Inf Davis, air luapan Kali Lamong mulai masuk ke permukiman warga sejak pukul 01.30 WIB, Jumat (21/11).

Sebelumnya, sudah ada tiga desa yang rutin terdampak, yaitu Desa Dapet, Desa Sekarputih, dan Desa Wotansari. Namun, pada luapan kali ini, dampak banjir meluas dan bertambah ke tiga desa lainnya, yaitu Desa Karangsemanding, Desa Banjaragung, dan Desa Pucung.

Serma Novi menyampaikan, berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Babinsa Serka Purwanto bersama Muspika Kecamatan Balongpanggang, total ada enam desa yang terdampak luapan.

Di Desa Dapet, khususnya Dusun Dapet, ketinggian air mencapai 5 hingga 10 sentimeter di permukiman, dan genangan sawah seluas 1 hektar.

Sementara di Desa Sekar Putih, Dusun Jedong, ketinggian air tercatat 5 sentimeter, berdampak pada 10 Kartu Keluarga (KK) dengan 10 unit rumah terendam, serta genangan sawah seluas 1 hektar.

Kondisi terparah terlihat di beberapa desa baru. Di Desa Wotansari, Dusun Wotansari dan Tlatah, ketinggian air mencapai 15 sentimeter, merendam 50 KK dan 50 unit rumah, serta menggenangi 5 hektar sawah dan jalan desa setinggi 20 sentimeter.

Di Desa Banjar Agung, ketinggian air mencapai 70 sentimeter di permukiman, merendam 20 KK dan 20 unit rumah. Genangan juga terjadi di 10 hektar sawah, 1.000 meter Jalan Poros Desa, dan 1.500 meter Jalan Lingkungan.

Di Desa Karang Semanding, ketinggian air di Jalan Poros desa mencapai 50 sentimeter, berdampak pada 50 KK, menggenangi 10 hektar sawah, 500 meter Jalan Poros Desa, dan 500 meter Jalan Lingkungan.

Terakhir, di Desa Pucung, ketinggian air di jalan poros desa mencapai 50 sentimeter, dengan 40 KK terdampak. Genangan sawah mencapai 15 hektar, genangan jalan poros 700 meter, dan jalan lingkungan 900 meter.

Serma Novi berpesan agar masyarakat desa yang rawan bencana waspada, mengingat banjir disebabkan oleh meluapnya Kali Lamong setelah diguyur hujan deras sejak Kamis sore hingga malam. Unsur Koramil meminta agar masyarakat sudah mempersiapkan diri sehingga kerugian material dapat diminimalisir. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#KALI LAMONG #menganti #gresik #Koramil #Banjir