RADAR GRESIK - Ratusan hektare tanaman padi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami gagal tanam akibat terdampak banjir luapan aliran Sungai Kali Lamong.
Petani merugi jutaan akibat kondisi tersebut, seperti halnya terjadi di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, banjir yang terjadi sejak pekan lalu, itu berdampak kepada luasan 216 hektare sawah milik petani.
"Luasan terdampak wilayah hampir seluruh pertanian, 216 hektar terendam semua," kata Kepala Desa Gluranploso, Laman (53), Senin (17/11).
Lebih lanjut, Laman menerangkan, petani di wilayahnya merugi jutaan rupiah lantaran bibit tanaman padi yang baru ditanam hanyut dan rusak.
Di mana rata-rata kerugian petani 100 kilogram bibit tanaman padi per hektar ludes. Menurut dia, 100 kilogram bibit tanaman padi dibeli dengan harga Rp1,5 juta. “Petani merasa rugi karena sudah musim tanam pertama, di mana hampir rata-rata sudah menanam,”ujarnya.
Menurut Laman, cuaca musim penghujan ini menjadi momentum yang ditunggu-tunggu para petani. Namun sebaliknya, aliran air banjir menjadi kekecewaan para petani.
Pemerintah desa mengaku sudah mengupayakan penanganan cepat melapor ke pihak berwenang dalam mitigasi maupun penanganan dampak banjir.
“Pihak desa berupaya sudah mengajukan pihak berwenang BPBD, direspon secepatnya alat berat didatangkan dibendung setelah banjir surut,"imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, Kepala BPBD Gresik Sukardi, mengungkap banjir imbas luapan aliran Sungai Kali Lamong sudah surut. Pihaknya mencatat banjir tersebut berdampak kepada lima desa di tiga kecamatan Gresik, meliputi ratusan rumah, jalan raya, fasilitas umum, hingga ratusan lahan pertanian. (Jar)
Editor : Hany Akasah