Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Antisipasi La Nina, Polres Gresik Gelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana 2025

Yudhi Dwi Anggoro • Kamis, 6 November 2025 | 18:52 WIB
CEK LANGSUNG : Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu saat melakukan pengecekkan langsung dan memastikan kesiapan personel dan Sarpras dalam Apel Tanggap Darurat Bencana 2025 di halaman Mapolres.
CEK LANGSUNG : Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu saat melakukan pengecekkan langsung dan memastikan kesiapan personel dan Sarpras dalam Apel Tanggap Darurat Bencana 2025 di halaman Mapolres.

RADAR GRESIK – Guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang diprediksi meningkat seiring datangnya musim hujan dan fenomena La Nina.

Polres Gresik menggelar Apel Gelar Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 di halaman Mapolres Gresik, Rabu (5/11).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, ini merupakan langkah konkret untuk memastikan kesiapan seluruh personel, sarana, dan prasarana (Sarpras) dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana di wilayah Kabupaten Gresik.

Apel kesiapsiagaan ini turut dihadiri dan diikuti oleh berbagai unsur lintas instansi dan stakeholder sebagai penegasan sinergi dalam penanggulangan bencana, meliputi jajaran internal Polres Gresik, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPBD Kabupaten Gresik. 

Dalam rangkaian apel, Kapolres bersama pimpinan instansi terkait melakukan pemeriksaan pasukan dan peralatan, memastikan seluruh unit siap digerakkan kapan pun dibutuhkan.

Dalam amanatnya, AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor, sejalan dengan arahan Presiden RI agar negara harus selalu hadir melindungi rakyat dari segala bentuk bahaya.

“Apel ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarpras dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Diharapkan seluruh personel dan stakeholder dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat demi menjamin keselamatan masyarakat,” ujar AKBP Rovan.

Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada November 2025 hingga Januari 2026, dengan potensi La Nina yang bisa berlangsung hingga Februari 2026. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, AKBP Rovan memberikan delapan poin penekanan kepada seluruh peserta apel meliputi deteksi dini dan pemetaan wilayah dengan melakukan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan.

Yang kedua memberikan informasi dan imbauan kamtibmas dengan aktif menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat. Yang ketiga kesiapan sarpras dengan memastikan kesiapan personel, peralatan, dan logistik evakuasi.

Yang keempat simulasi rutin dengan menggelar latihan tanggap darurat secara berkala, kelima kecepatan respons  mengutamakan kecepatan dan ketepatan dalam evakuasi dan bantuan.

Keenam tugas kemanusiaan dengan menjalankan tugas secara empati, humanis, dan profesional. Ketujuh evaluasi berkelanjutan dimana akan melakukan evaluasi terhadap setiap tahapan penanggulangan bencana.

Yang terakhir koordinasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi antarinstitusi.

Apel ditutup dengan pesan semangat kemanusiaan. "Penanggulangan bencana bukan sekadar tugas kedinasan, tetapi panggilan kemanusiaan. Mari kita hadir sebagai garda terdepan dalam melindungi rakyat,” pungkas AKBP Rovan. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#BPBD #gresik #La Nina #Bencana #polres