Kebomas – Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah. Himbauan ini disampaikan menyusul adanya potensi kerawanan aksi massa yang terjadi di beberapa kota besar, termasuk Surabaya.
“Kami mohon bantuan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Gresik. Jangan ada dulu aksi atau perkumpulan massa yang berpotensi disusupi. Bukan untuk melarang beraspirasi, namun demi mencegah kegiatan dimanfaatkan oleh perusuh,” tegas AKBP Rovan, Senin (01/09) pagi.
Kapolres menegaskan, pengalaman kerusuhan di Gedung Negara Grahadi Surabaya menjadi pelajaran penting. Meski aspirasi masyarakat sudah ditampung dan bantuan sosial diberikan, gedung tetap dibakar massa. Karena itu, ia mengajak masyarakat Gresik lebih waspada terhadap pergerakan pihak luar yang bisa memicu kericuhan.
Ia juga meminta peran aktif orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak keluar rumah pada malam hari. Langkah ini untuk mencegah mereka dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Masyarakat sekarang sudah pintar. Seperti di Wonokromo, warga ikut menghalau massa anarkis. Gresik sebagai kota industri tentu menjadi pusat perhatian. Mari kita bersama menjaga agar tetap kondusif,” tambahnya.
Lebih jauh, Kapolres menegaskan bahwa sekali terjadi aksi unjuk rasa, biasanya akan diikuti kelompok lain sehingga potensi kerawanan semakin besar. Karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat bersatu dalam gerakan Jogo Gresik.
“Kami siap mengamankan Gresik. Mohon dukungan semua pihak dalam mengawasi pergerakan kelompok penyusup yang berpindah dari kota ke kota,” pungkasnya.
Editor : Cak Fir