RADAR GRESIK – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik secara resmi memulai Tahap Tes Potensi Akademik (TPA) bagi calon peserta didik baru tingkat SMP tahun ajaran 2025/2026.
Tes ini menjadi kunci utama bagi jalur prestasi umum, yang memperebutkan 20 persen dari total kuota setiap sekolah. Sebanyak 2.710 peserta terdaftar untuk mengikuti TPA, bersaing memperebutkan 1.276 kursi yang tersedia.
Sekretaris Dispendik Gresik, Herawan Eka Kusuma, menjelaskan bahwa TPA adalah tahap ketiga dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) setelah sebelumnya jalur tahfidz (minimal 3 juz), prestasi akademik, dan non-akademik telah diumumkan, diverifikasi, dan ditetapkan.
"Semua proses tahapan sudah berjalan, termasuk tahapan dua untuk jalur prestasi akademik, non-akademik, dan tahfidz minimal tiga juz, itu sudah selesai diverifikasi. Sekarang kita masuk tahap tiga yaitu TPA untuk jalur umum,”kata Herawan, Selasa (1/7/2025).
Berbeda dari sekadar tes nilai akademik biasa, Dispendik Gresik menekankan bahwa TPA kali ini dirancang untuk menguji kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, serta karakter peserta.
Kepala SMPN 1 Gresik, Bery Avita Prasetiya menegaskan ini adalah bagian dari upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Gresik. Pihaknya menyiapkan dua laboratorium komputer yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti listrik yang stabil, komputer yang memadai, dan jaringan internet yang handal untuk memastikan kelancaran tes.
"Kami lakukan persiapan dan monitoring. Selain menyiapkan dua laboratorium komputer, kami juga menjaga kondisi listrik, komputer, dan jaringan internet guna kelancaran besok,"ujar pria yang juga ketua MKKS SMP Negeri Gresik ini.
Materi TPA mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), yang mengacu pada kurikulum jenjang SD/MI. Tes ini dilaksanakan dengan sistem Computer Based Test (CBT), dengan seluruh fasilitas telah disiapkan oleh masing-masing sekolah.
“Murid yang diterima bukan hanya dilihat dari nilai akademik semata, tapi juga dari karakter seperti kejujuran dan kepercayaan diri,” tegasnya.
Dispendik Gresik menetapkan bahwa lokasi tes TPA akan diselenggarakan di sekolah pilihan pertama masing-masing peserta. Sebagai contoh, jika peserta mendaftar di SMPN 1 Gresik, maka tes akan dilaksanakan di SMPN 1 Gresik.
Untuk SMPN 1 Gresik sendiri, dengan pagu total 330 siswa, kuota yang diperebutkan melalui jalur TPA adalah 66 kursi atau 20 persen dari total pagu.
Syarat utama bagi peserta yang dapat mengikuti TPA adalah telah lolos verifikasi administrasi, termasuk membawa Surat Keterangan Lulus (SKL), Kartu Keluarga (KK), serta wajib berasal dari SD/MI di wilayah Kabupaten Gresik.
"Peserta sudah diverifikasi dan memenuhi syarat, besok mereka mengikuti TPA sesuai dengan jadwal,”pungkas Herawan.
Selain jalur TPA, semua jalur penerimaan lain seperti tahfidz, prestasi non-akademik, dan jalur domisili telah selesai proses seleksi dan verifikasinya. Total 1.558 kursi telah terpenuhi melalui jalur-jalur tersebut.
Dispendik berharap melalui tes ini, siswa yang terjaring bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, sejalan dengan komitmen peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Gresik.
Tes Potensi Akademik sendiri akan digelar dengan dua sesi, dimana sesi pertama pukul 08.00 s.d 09.30 WIB, sementara sesi dua digelar pada pukul 10.00 s.d 10.30 WIB.
Pengumuman hasil TPA akan disampaikan sehari setelah pelaksanaan tes, yaitu pada Rabu, (3/7). Selanjutnya, proses daftar ulang bagi calon siswa yang dinyatakan lolos akan dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Juli 2025. (jar/han)
Editor : Hany Akasah