RADAR GRESIK – Pemerintah Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, terus berinovasi dalam pengelolaan sampah dengan mengembangkan alat insinerator dan konveyor yang ramah lingkungan. Inisiatif ini lahir setelah desa tersebut sempat kewalahan menangani volume sampah yang cukup besar.
Sebelumnya, tumpukan sampah di TPS harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik. Kini, dalam waktu sebulan ke depan, Desa Dukunanyar siap meluncurkan insinerator modern yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah secara efektif.
Kepala Desa Dukunanyar, Muslih, menjelaskan bahwa insinerator ini merupakan hasil pengembangan dari tungku pembakar sederhana yang mereka gunakan pada tahun sebelumnya.
"Tahun lalu kami memakai tungku biasa. Untuk tahun ini, kami ciptakan alat insinerator yang lebih modern dan tentunya ramah lingkungan," kata Muslih.
Insinerator buatan warga setempat ini memiliki tinggi sekitar 4 meter dengan konstruksi yang kokoh. Terbuat dari plat baja setebal 6 milimeter yang dilapisi semen tahan panas, alat ini mampu membakar sampah hingga suhu 800 derajat Celcius.
Muslih menegaskan bahwa insinerator ini dirancang untuk tidak menghasilkan cerobong asap yang langsung terlepas ke udara. Emisi akan difilter sebelum dibuang ke drainase dalam kondisi bersih. "Hebatnya, alat ini tak berasap karena asap yang dihasilkan disaring, serta meminimalisir emisi," ujarnya.
Proses pembakaran sampah akan dilakukan setiap dua hari sekali, dengan kapasitas sekitar 1 ton sampah. Dengan metode ini, Muslih berharap sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak lagi menumpuk. "Target kami, setiap hari sampah harus habis. Jadi TPS bersih, tidak bau," imbuhnya.
Pembangunan insinerator ini didanai dari Dana Desa tahun 2025 sebesar Rp 40 juta. Untuk mendukung keberlanjutan program ini, warga dikenakan iuran sebesar Rp 10 ribu per bulan.
"Dengan sistem ini, pengelolaan sampah lebih efektif, dan warga juga terlibat langsung menjaga kebersihan lingkungan," pungkas Muslih. (jar/han)
Editor : Hany Akasah