GRESIK – Banjir akibat luapan Sungai Lamong kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik, membuat ribuan kepala keluarga (KK) terdampak. Warga memperkirakan, dibutuhkan waktu hingga sepekan agar air benar-benar surut, meskipun genangan di area persawahan dan tambak ikan masih menyisakan kerugian bagi penduduk.
Menurut data cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, banjir tahunan ini berdampak pada 3.983 KK.
"Hitungan kami sebanyak 3.983 KK terdampak," jelas F.X. Driatmiko Herlambang, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik.
Miko mengungkapkan, data ini juga telah disampaikan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur saat kunjungan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang meninjau langsung lokasi banjir di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, pada Selasa (10/6/2025).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri telah merencanakan pembangunan tanggul air sementara semi permanen untuk mengatasi masalah banjir ini. Selain itu, kolam retensi dan parapet juga akan dibangun di beberapa titik, meskipun pembangunan parapet masih dalam tahap perencanaan karena memerlukan pembebasan lahan. "Kabarnya akan dibuatkan tanggul," tambah Miko.
BPBD Gresik sendiri telah berupaya maksimal dalam penanganan bencana selama sepekan banjir berlangsung. Mereka sempat mendirikan dapur umum darurat dan mendistribusikan makanan kepada warga yang terdampak.
Baca Juga: Solidaritas di Tengah Banjir, Siswa SMK di Gresik Beri Layanan Servis Motor Gratis
Banjir yang dimulai sejak Senin (9/6/2025) ini melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Balongpanggang meliputi Desa Ngampel, Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karang Semanding, Banjaragung, dan Pucung. Kemudian, meluas ke Kecamatan Benjeng, meliputi Desa Lundo, Sedapur Klagen, Delik Sumber, Kedung Rukem, Bulurejo, Dermo, Klampok, Sirnoboyo, dan Kedung Sekar.
Selanjutnya, di Kecamatan Cerme, banjir melanda Desa Dadapkuning, Dungus, Morowudi, Guranganyar, Iker-iker Geger, dan Pandu. Sebagian desa di Kecamatan Driyorejo juga turut terdampak banjir. (jar/han)
Editor : Hany Akasah