Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kondisi Banjir Kali Lamong Gresik Mulai Surut, Namun Ratusan Hektare Sawah dan Tambak di Cerme Masih Terendam

Yudhi Dwi Anggoro • Minggu, 15 Juni 2025 | 20:55 WIB
BANJIR SURUT: Kondisi banjir di Kecamatan Cerme mulai berangsur surut meski masih merendam lahan produktif warga.
BANJIR SURUT: Kondisi banjir di Kecamatan Cerme mulai berangsur surut meski masih merendam lahan produktif warga.

RADAR GRESIK – Banjir akibat luapan Kali Lamong yang melanda wilayah Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Meski demikian, dampaknya masih terasa cukup besar dengan ratusan hektare lahan pertanian dan tambak ikan warga yang masih terendam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi sejak dua hari terakhir telah menggenangi enam desa di Kecamatan Cerme.

“Debit air Kali Lamong naik akibat curah hujan tinggi dan limpahan air dari wilayah hulu. Meski air mulai surut, banjir masih menggenangi sejumlah titik pemukiman, jalan, hingga area persawahan dan tambak,” ujar Miko, Minggu (15/6/2025).

BPBD mencatat desa-desa yang terdampak banjir adalah Desa Dadapkuning, Dungus, Morowudi, Gurang Anyar, Iker-Iker Geger, dan Pandu. Di antaranya, Desa Dadapkuning: Jalan penghubung desa dan jalan lingkungan mulai surut.  Desa Dungus dengan banjir setinggi 20 sentimeter merendam jalan, pemukiman, fasilitas umum seperti makam, dan lahan sawah seluas 40 hektare.

Desa Morowudi di Jalan raya, lingkungan, rumah warga, dan SDN Morowudi sempat terendam. Tercatat 50 hektare sawah dan 25 hektare tambak hanyut terbawa arus. Desa Gurang Anyar dengan lokasi  Jalan lingkungan dan area persawahan seluas 37 hektare tergenang. Desa Iker-Iker Geger di Jalan lingkungan dan lima rumah terendam hingga 40 sentimeter.

Sawah seluas 30 hektare juga tergenang dan Desa Pandu terendam setinggi 10–15 sentimeter. Sawah 11 hektare dan tambak ikan 20 hektare ikut terdampak.

Meski tidak ada korban jiwa, BPBD memperkirakan kerugian material cukup besar, terutama bagi warga yang menggantungkan mata pencahariannya dari sawah dan tambak. Pemantauan dan pendataan kerugian masih terus dilakukan oleh BPBD Gresik.

“Kami terus memantau perkembangan banjir dan memastikan penanganan darurat tetap berjalan,” tambah Miko.

Sebelumnya, banjir luapan Kali Lamong berdampak pada empat kecamatan secara bergilir, yaitu Balongpanggang, Benjeng, Driyorejo, dan Cerme. Total belasan desa terdampak dengan kerusakan meliputi rumah warga, jalan raya, fasilitas umum, hingga lahan pertanian. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#KALI LAMONG #gresik #cerme #sawah #Banjir #Area #Arus