GRESIK – Duka menyelimuti keluarga jamaah haji asal Kabupaten Gresik. Tiga warga Gresik yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci dilaporkan wafat dalam waktu berdekatan. Ketiganya meninggal dalam rentang 27 hingga 29 Mei 2025, dan sudah dimakamkan sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
Ketiga jamaah tersebut adalah Ikhsan Bahaudin dari Kloter 10, Supriono bin Rais dari Kloter 75, serta Abu Ali dari Kloter 14 yang tergabung dalam bimbingan KBIHU MWC NU Bungah. Mereka meninggal dunia dalam kondisi usia lanjut dan memiliki riwayat sakit bawaan.
Kepala PHU Kemenag Gresik, Lulus menyampaikan seluruh proses pemulasaraan jenazah berjalan lancar dan dilakukan sesuai prosedur.
"Semua di makamkan di tanah suci," ujarnya.
Dijelaskan, jamaah atas nama Ikhsan Bahaudin wafat di RS King Fahd, Madinah, pada 27 Mei 2025 pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Jenazahnya dimakamkan di Makam Baqi, Madinah.
Sementara itu, Supriono bin Rais menghembuskan napas terakhir pada 29 Mei 2025 pukul 00.25 WAS. Ia dishalatkan di Masjidil Haram usai salat Subuh dan dimakamkan di Makkah. Sedangkan Abu Ali, jamaah dari KBIHU NU Bungah, wafat pada 29 Mei 2025 pukul 10.00 WAS di RS Saudi National, Makkah. Ketiganya telah didoakan oleh jamaah satu kloter sebelum dimakamkan.
Lulus memastikan bahwa hak-hak jemaah yang wafat tetap dipenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji dan proses klaim asuransi yang menjadi hak keluarga.
Data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama RI per 4 Juni 2025 mencatat total 137 jemaah haji Indonesia wafat selama proses ibadah berlangsung. Mayoritas berusia lanjut, dan Embarkasi Surabaya (SUB), tempat keberangkatan jemaah asal Gresik, menjadi salah satu dengan jumlah wafat terbanyak.
Berdasarkan informasi, Ketiga nama tersebut dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan di lingkungan masing-masing. Supriono bin Rais dikenal sebagai tokoh masyarakat di Desa Sidomukti, Kecamatan Manyar.
Abu Ali dikenal sebagai figur keagamaan yang konsisten membina jamaah di bawah naungan MWC NU Bungah. Sementara Ikhsan Bahaudin adalah pensiunan guru agama yang tinggal di wilayah Gresik kota.
Editor : Cak Fir