RADAR GRESIK - Luapan Sungai Bengawan Solo sejak Minggu (18/5) terus meluas di Kabupaten Gresik hingga kini, Kamis (22/5). Tak hanya merendam permukiman dan areal persawahan di tiga kecamatan, banjir mengakibatkan sejumlah tambak udang-bandeng di Desa Legowo, Kecamatan Bungah, jebol dan terendam.
Kerugian para petani ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.Tambak-tambak yang jebol ini berada di sebelah utara balai desa Legowo. Derasnya luapan Sungai Bengawan Solo Rabu
sore (21/5), yang disebabkan intensitas curah hujan tinggi di daerah hulu, membuat pematang tambak tak mampu menahan debit air.
Moch. Firman Adi Prasetyo, salah satu pemilik tambak di Desa Legowo, mengungkapkan
kerugian besar yang ia alami. “Tambak-tambak warga terendam banjir, punya saya paling parah karena jebol, luas tambak saya kurang lebih 3 hektar,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).
Firman menjelaskan, kondisi ini sangat merugikan karena ia baru saja mengisi bibit ikan di tambaknya. “Kerugian saya sendiri kurang lebih 50 juta, kalau total keseluruhan kerugian para pemilik tambak ya mencapai ratusan juta,” imbuhnya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Legowo, Kharif Rahman, menambahkan bahwa luas tambak udang bandeng milik warga yang jebol dan terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo diperkirakan mencapai 5 hektar.
Akibatnya, ikan-ikan di dalam tambak lepas dan para pemilik merugi.
“Tambak sekitar 5 hektar itu milik 6 orang. Ikannya lepas karena terendam banjir, meski saat ini sudah mulai surut tapi masih menggenangi tambak,” jelas Kharif.
Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Legowo, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Gresik, dan relawan, telah melakukan upaya penanganan.
Mereka menyisir lokasi dan membuat tanggul sementara di beberapa titik untuk mencegah debit air terus meluas hingga menerjang permukiman warga. “Sudah kita pantau, dan kita lakukan upaya. Sementara kita fokus ke warga,” pungkas Kharif. (jar/han)
Editor : Hany Akasah