RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA), resmi menghadirkan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari. Layanan gratis ini berlokasi di Gedung eks UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Gresik, Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 5, Kelurahan Sidokumpul, Gresik. Peresmian pada Rabu (21/5) ini menjadi langkah konkret Pemkab dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan, khususnya para ibu pekerja di Gresik.
TPA Masmundari hadir sebagai solusi bagi perempuan pekerja yang sering kesulitan mencari tempat aman dan terjangkau untuk menitipkan anak-anak mereka. Kepala Dinas KBPPPA Gresik, dr. Titik Ernawati, menjelaskan bahwa keberadaan TPA ini adalah respons langsung terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.
"Tempat ini hadir sebagai ruang ramah anak sekaligus bentuk perhatian kami terhadap akses layanan yang setara bagi perempuan dari kelompok rentan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan kerja dan keluarga yang seimbang," ujar Titik.
TPA Masmundari memiliki kapasitas untuk 20 anak berusia 2 hingga 7 tahun. Sejak dibuka, sudah ada tujuh anak yang terdaftar, bahkan satu anak sudah inden. Titik menambahkan, TPA ini didukung oleh tim profesional yang terdiri dari tiga PNS dan satu tenaga bantuan dari KBPPPA.
Plt Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, menegaskan TPA Masmundari adalah bagian dari upaya pemerintah menciptakan rasa aman bagi para ibu bekerja.
"Banyak perempuan yang harus bekerja namun masih kesulitan mencari tempat penitipan yang layak. TPA Masmundari hadir untuk menjawab kebutuhan itu, agar mereka bisa bekerja tanpa rasa cemas akan keselamatan anak-anak mereka," terang Alif.
Pemerintah daerah juga berencana memperluas program ini ke kecamatan lain dengan aktivitas industri padat, seperti Manyar, Driyorejo, Wringinanom, dan Menganti.
"TPA Masmundari akan menjadi proyek percontohan (pilot project) yang akan direplikasi di berbagai kecamatan. Harapannya tahun ini ada 5 TPA yang akan berdiri," imbuhnya.
Salah satu ibu pekerja yang sangat terbantu adalah Ayu Retnowati (36), seorang pengemudi ojek online dari Rusunawa Gulomantung.
"Penghasilan saya enggak seberapa, kadang cuma Rp 50 ribu sehari. Dan juga harus cari tempat penitipan untuk anak. Uang segitu cuma cukup buat daycare anak sehari. Kalau mau makan harus cari orderan lebih. Sekarang ada tempat yang aman dan gratis, saya sangat bersyukur," pungkas Ayu. (jar/han)
Editor : Hany Akasah