RADAR GRESIK – Sebanyak 23 warga Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, mengikuti pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana). Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan Destana sebagai bagian dari program kesiapsiagaan bencana yang dicanangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik.
Pelatihan yang digelar, Senin (5/5) ini bertujuan membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di tingkat desa.
Analis Kebencanaan Ahli Muda, Lilik Yuli Wulandari, menjelaskan tujuan utama pelatihan adalah membentuk desa yang mandiri dalam penanggulangan bencana. Dengan adanya tim Destana, warga desa dapat segera melakukan evakuasi dini, membentuk posko darurat, serta menyiapkan dapur umum secara mandiri.
“Dengan terbentuknya Destana, warga dapat langsung mengevakuasi penduduk, mendirikan dapur umum, dan menangani keadaan darurat sebelum bantuan datang,” ungkap Wulan.
Ia juga menambahkan, pada tahun 2025 mendatang, BPBD Gresik menargetkan pembentukan Destana di 158 desa se-Kabupaten Gresik.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, Driatmiko Herlambang, menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas desa dalam penanggulangan bencana.
“Pelatihan hari ini difokuskan pada pemberian materi dan teori kebencanaan. Ini adalah program berkelanjutan agar setiap desa memiliki tim tangguh yang siap menghadapi risiko bencana secara mandiri,” jelasnya.
Program ini akan dilanjutkan ke desa-desa lain di Kabupaten Gresik. Driatmiko menekankan bahwa masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana karena kejadian bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dengan pelatihan ini, diharapkan kapasitas warga dalam menghadapi bencana meningkat. Warga desa yang tergabung dalam tim Destana akan menjadi pihak pertama yang merespons sebelum bantuan dari pemerintah tiba.
“Kami ingin membentuk masyarakat yang sigap dan siap. Intinya, warga harus siap menghadapi risiko bencana di wilayahnya sendiri,” pungkas Driatmiko. (yud/han)
Editor : Hany Akasah