Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Warga Desa Randuboto Gresik Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Kompor

Yudhi Dwi Anggoro • Selasa, 6 Mei 2025 | 17:06 WIB
INOVATIF: Warga Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar kompor untuk memasak.
INOVATIF: Warga Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar kompor untuk memasak.

 

 

RADAR GRESIK - Warga Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, berhasil menciptakan kompor ramah lingkungan berbahan bakar minyak jelantah. Inovasi ini lahir sebagai solusi cerdas menghadapi kelangkaan gas elpiji, sekaligus upaya mengurangi limbah rumah tangga.

Inisiatif ini digagas Pemerintah Desa (Pemdes) Randuboto dan didukung oleh Kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP) TPS3R Randuboto. Kompor tersebut didesain khusus menggunakan material dari besi dan dilengkapi blower listrik hemat energi untuk mengatur besarnya api.

Kepala Desa Randuboto, Andhy Sulandra, menjelaskan cara pengoperasian kompor ini sangat sederhana. Tabung diisi minyak jelantah bekas gorengan, lalu tetesannya diatur melalui kran khusus.

“Untuk menyalakan kompor, cukup basahi tisu dengan sedikit minyak jelantah, nyalakan, letakkan di tungku, dan setelah panas, blower dinyalakan. Untuk mematikannya, tinggal matikan blower dan tutup kran,” jelas Andhy.

Inspirasi pembuatan kompor ini datang dari pengalaman pribadi saat gas elpiji di rumahnya habis dan sulit ditemukan di toko. Dari situ, ia mulai bereksperimen menggunakan blek biskuit, minyak jelantah, dan wajan untuk memasak telur.

“Saya pelajari cara kerja kompor berbahan bakar alternatif dari media sosial, lalu bekerja sama dengan teman ahli mekanik dan las untuk membuat versi kami sendiri,” ujarnya.

Setelah melalui uji coba, kompor ini diperkenalkan kepada warga, terutama ibu-ibu rumah tangga di Balai Desa Randuboto. Hasilnya, disambut antusias karena dapat digunakan untuk memasak dengan biaya jauh lebih hemat.

Mastutik, salah satu warga yang telah mencoba, mengatakan konsumsi listrik untuk blower hanya sekitar Rp10.000 per bulan.

“Biasanya minyak jelantah saya buang, sekarang bisa dipakai masak. Ini sangat membantu apalagi saat gas habis mendadak,” ungkapnya.

Selain dari sisi ekonomi, penggunaan kompor ini juga berdampak positif terhadap lingkungan karena membantu mengurangi limbah minyak goreng yang berpotensi mencemari saluran air.

 Jurito, Ketua KPP Randuboto, menambahkan bahwa saat ini mereka tengah mengembangkan lebih banyak unit agar bisa digunakan lebih luas oleh masyarakat.

“Harapan kami, inovasi ini bisa menjadi gerakan nasional dalam pengelolaan limbah rumah tangga secara kreatif dan bermanfaat,” ujarnya. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#gresik #Pemdes #bahan bakar #Randuboto #Listrik #minyak jelantah #kompor