Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Alternatif Pembinaan Anak Bermasalah, Pesantren di Gresik Diusulkan Jadi Solusi Unggul

Fajar Yuliyanto • Selasa, 6 Mei 2025 | 05:00 WIB

 

Ponpes jadi salah satu pilihan tempat pembinaan anak-anak
Ponpes jadi salah satu pilihan tempat pembinaan anak-anak

RADAR GRESIK - Menyusul polemik penahanan anak bermasalah di luar daerah yang sempat ditempatkan di barak militer, sebuah gagasan inovatif muncul dari Kabupaten Gresik. Sejumlah pengasuh pondok pesantren di wilayah ini mengusulkan agar anak-anak yang menghadapi masalah perilaku dapat dititipkan di pesantren sebagai alternatif pembinaan yang lebih holistik dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Kabupaten Gresik dikenal memiliki sejumlah besar pondok pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki fokus kuat pada pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai luhur, dan kedisiplinan.

Keunggulan inilah yang menjadikan pesantren dinilai sebagai lingkungan yang ideal untuk membina anak-anak yang terlibat dalam berbagai permasalahan, mulai dari kenakalan remaja, perundungan (bullying), hingga masalah sosial lainnya.

“Kami melihat bahwa penanganan anak-anak yang bermasalah tidak akan efektif jika hanya mengandalkan pendekatan hukum atau sanksi yang keras. Di lingkungan pesantren, mereka akan mendapatkan pembinaan yang menyeluruh, mencakup aspek rohani, emosional, dan sosial,” ujar Abdul Malik, putra pengasuh Pondok Pesantren Zainal Abidin yang berlokasi di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Gresik, pada Senin (4/5).

Gus Malik, sapaan akrabnya, menekankan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk mengembalikan akhlak dan memperbaiki perilaku anak-anak melalui pendekatan agama yang mendalam dan pembiasaan hidup yang disiplin.

Lingkungan pesantren yang kondusif diyakini dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam proses rehabilitasi dan pembinaan.

Hingga saat ini, memang belum terdapat regulasi resmi dari pemerintah daerah Gresik terkait penempatan anak bermasalah di lingkungan pondok pesantren.

Kendati demikian, usulan konstruktif ini telah mendapatkan respons positif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat setempat dan para pemerhati pendidikan di Gresik. Mereka melihat potensi besar pesantren dalam memberikan solusi alternatif yang efektif.

“Pemerintah daerah diharapkan dapat menjalin sinergi yang kuat antara lembaga-lembaga sosial, aparat penegak hukum, dan pondok-pondok pesantren. Dengan kolaborasi yang baik, pembinaan terhadap anak-anak bermasalah dapat berjalan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan, memberikan harapan baru bagi masa depan mereka,” pungkasnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#anak bermasalah #Emosional #pendidikan agama #Anak #gresik #Pondok Pesantren