RADAR GRESIK - Dalam upaya mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan, SD NU Nurul Ishlah menggelar Workshop Sekolah Ramah Anak, Jumat (16/1). Kegiatan yang digelar sebagai agenda semesteran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para guru dalam menciptakan sekolah yang ramah anak.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Sekolah Damai, Bebas Bullying”, workshop ini diikuti oleh 50 peserta, meliputi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan SD NU Nurul Ishlah. Workshop ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk menggali lebih dalam tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Sebagai ujung tombak dalam pendidikan, para guru diharapkan mampu memupuk kesadaran dan kepedulian terhadap pencegahan bullying sehingga setiap siswa merasa dihargai, diterima, dan dilindungi.
Kepala SD NU Nurul Ishlah, Imamatul Falikhah mengatakan, workshop ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang positif dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Lailatul Maghfiroh, Kaur Kurikulum sekaligus ketua panitia workshop. Panitia menghadirkan narasumber yang kompeten, yaitu Nur Khosi’ah, S.Pd.I, M.Pd.I selaku Pembina Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Gresik,
“Kami sangat bersyukur atas antusiasme para peserta yang mengikuti workshop ini. Dengan kami berharap workshop ini dapat memberikan manfaat yang maksimal,”terang Lailatul Maghfiroh.
Kegiatan ini diikuti antusias oleh para guru, salah satu peserta Alfa Masruroh, S.Pd, mengungkapkan rasa senangnya menjadi peserta kegiatan ini. Menurut Ketua TPPK SD NU Nurul Ishlah, ini banyak pengetahuan baru yang bisa diterapkan saat mengajar.
“Workshop ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang komprehensif tentang cara mendampingi anak, menyikapi bullying, dan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak. Dengan ilmu yang diperoleh, kami yakin mampu mewujudkan sekolah yang damai dan bebas dari kekerasan,” ungkapnya. (rir/han)
Editor : Hany Akasah