RADAR GRESIK - Hari ketiga Tim gabungan Operasi SAR akhirnya menemukan Akhmad Juwariyanto atau Totok, 40, asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan yang menjadi korban tenggelam akibat kecelakaan air di area Bendung Gerak Sembayat (BGS) di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik.
Kepala BPBD Gresik, Sukardi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, F.X. Driatmiko Herlambang, mengatakan proses pencarian oleh Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD Jawa Timur, BPBD Gresik, BPBD Lamongan, Pemdes Sidomukti, Relawan MDMC, Rapi Gresik, Relawan YM, TRC BPBD Gresik, dan TNI-Polri.
Dengan pembagian tim Basarnas dan dua BPBD Jawa Timur melakukan penyisiran dari titik lokasi kejadian korban tenggelam ke arah Kuro. Sedangkan tiga tim BPBD Gresik, empat tim BPBD Lamongan, dan 5 MDMC melakukan penyisiran dari arah titik lokasi kejadian ke arah Tambangangan Desa Sungon Legowo.
"Korban ditemukan sekitar jarak 2 km dari titik korban tenggelam pukul 08.45 dan dievakuasi sekitar pukul 09.45 WIB," ujarnya, Rabu (25/12).
Sementara itu, AKP Sujai, Kapolsek Bungah, menyampaikan korban sudah ditemukan oleh Tim SAR gabungan dan sudah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dilakukan visum.
"Untuk visum dilakukan visum luar maupun visum dalam korban, sehingga bisa diketahui penyebab kematiannya," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa nelayan tenggelam itu terjadi pada Senin (23/12) sekitar pukul 10.00 WIB di pintu nomor 3 Bendung Gerak Sembayat (BGS).
Saat itu korban, Akhmad Juwariyanto atau Totok, 40, asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, bersama temannya bernama Pujiono sedang beristirahat saat mencari ikan di sebuah perahu.
Kemudian, tiba-tiba perahu yang ditumpangi korban terseret arus air dan masuk ke pintu air nomor 3 BGS. Setelah itu, perahu pecah usai menabrak dinding pintu air. Pujiono selamat setelah berhasil berenang ke tepi, dan Akhmad Juwariyanto hilang tenggelam. (yud/han)
Editor : Hany Akasah