RADAR GRESIK – Masruroh, perempuan asal Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik akhirnya terpilih menjadi Ketua PC Fatayat NU Gresik terpilih. Masruroh terpilih dalam forum Konfrensi Cabang PC Fatayat NU Gresik yang digelar di PP Mambaus Sholihin, Minggu (1/12). Dalam perhelatan konfercab berjalan kondusif dipimpin Ketua PW Siti Maulidiyah. Lawannya Ufiq Zuroidah yang seorang politisi PKB memilih untuk mundur dari pemilihan tahap kedua.
Masruroh memiliki perjalanan panjang yang penuh dedikasi di dunia pendidikan dan organisasi. Lahir di Gresik pada 27 Juli 1982, ibu tiga anak tersebut terkenal sosok idealis.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh kader Fatayat NU di Gresik yang mempercayakan saya menjadi ketua PCFNU masa bakti 2024-2029. Saya akan berupaya menjadikan Fatayat NU sebagai organisasi yang mengawal dan mendampingi perempuan dalam masyarakat, keagamaan dan negara,” ungkapnya.
Pendidikan terakhirnya adalah S1, yang mengantarkannya untuk menjadi seorang guru tetap di LPI Sunan Giri Prupuh Panceng, Gresik. Sebagai seorang pendidik, Masruroh dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam mencerdaskan generasi muda, terutama di lingkungan Panceng.
Perjalanan organisasi Masruroh dimulai sejak tahun 2000, saat ia dipercaya menjabat sebagai Ketua PAC IPPNU Panceng hingga 2004. Kemudian, ia melanjutkan kiprah organisasinya dengan menjadi Sekretaris PAC Fatayat NU Panceng pada tahun 2008, dan selanjutnya menjabat sebagai Wakil Ketua PAC Fatayat NU Panceng pada tahun 2014.
Tidak hanya berperan aktif dalam Fatayat NU, pada tahun 2019-2023, memimpin PAC Fatayat NU Panceng sebagai Ketua. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Ketua 2 PC Fatayat NU Gresik pada periode 2019-2024. Kepemimpinannya yang penuh semangat dan inovatif menjadikannya sebagai panutan bagi banyak anggota Fatayat NU di Gresik.
Tahun 2024, Masruroh kembali mengemban amanah sebagai Ketua PAC Fatayat NU Panceng, sebuah jabatan yang terus ia jalankan dengan penuh semangat hingga 2029.
Sebagai Ketua PC Fatayat NU Gresik yang baru terpilih, Masruroh bertekad untuk terus mengembangkan program-program yang dapat memberdayakan perempuan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjaga semangat kebersamaan dan perjuangan dalam Islam Ahlussunah Waljamaah.
“Fatayat NU harus terus menjadi rumah besar bagi perempuan yang ingin berkontribusi bagi masyarakat. Kita akan fokus pada peningkatan kapasitas anggota melalui pendidikan, penguatan ekonomi, dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya. (han)
Editor : Hany Akasah