Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kisah Misteri Sumur Songo di Gresik, Bukti Cinta Pangeran Majapahit yang Ditolak Cucu Sunan Giri

Hany Akasah • Kamis, 18 Juli 2024 | 16:38 WIB

 

Misteri: Sumur songo yang dikisahkan merupakan sumur yang dibuat oleh pangeran majapahit
Misteri: Sumur songo yang dikisahkan merupakan sumur yang dibuat oleh pangeran majapahit

RADAR GRESIK-Warga Kelurahan Sidokumpul punya legenda yang tersohor. Salah satu dusun dalam kelurahan di Kecamatan Gresik itu bernama Sumur Songo. Secara geografis, dusun tersebut merupakan pedukuhan terbesar di Sidokumpul.

Nama dusun itu berasal dari cerita rakyat tentang seorang perempuan cantik bernama Nyai Ageng Tumengkang Sari. Seberapa cantiknya? Sangat cantik pada masa itu. Bahkan, seorang pangeran dari kerajaan yang menguasai Nusantara, Majapahit, terpincut kepadanya.

Pangeran tersebut pun datang untuk melamar. Sebagai seorang gadis, Nyai Ageng Tumengkang Sari seharusnya bersorak. Bahagia. Siapa yang tidak ingin dilamar pangeran nan gagah? Siapa tahu kelak menjadi permaisuri.

Ternyata tidak. Nyai Tumengkang Sari malah galau. ”Nyai Tumengkang Sari tidak mau menikah karena beda keyakinan,” tutur Mbah Amin, pengurus makam Sumur Songo. Menurut lelaki 66 tahun itu, selain paras nan rupawan, Nyai Tumengkang Sari dikenal memiliki pendirian yang kuat. Jiwa sosialnya juga tinggi.

Keyakinan merupakan prinsip. Mbah Amin menegaskan hal itu. Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah salah seorang cucu Sunan Giri dari Sunan Wruju. Dia sangat disegani.

Karena itu, konon, sang pangeran rela melakukan apa pun demi memperistri pujaan hati. Karena bingung, Nyai Tumengkang Sari sempat pergi dari Giri. Dia bersembunyi di sebuah desa terpencil.

”Tidak bisa menerima, tapi tak bisa menolak. Sebab, bisa terjadi pertumpahan darah,” lanjut Mbah Amin dikutip dari Jawa Pos.com.

Kris Adji, sejarawan Kabupaten Gresik menyatakan, Nyai Tumengkang Sari sejatinya ingin menolak dengan tegas. Namun, dia tidak ingin peperangan pecah. Akhirnya, dia menemukan satu cara. ”Nyai Tumengkang mengajukan satu syarat,” ucapnya.

Menurut cerita, Nyai Tumengkang Sari meminta sang pangeran membuat sepuluh sumur. Seluruhnya harus jadi dalam semalam. ”Seperti kisah Roro Jonggrang yang minta dibuatkan seribu candi oleh Bandung Bondowoso,” kata Kris.

Doa itu terkabul. Setelah menghitung jumlah sumur, sang pangeran kaget dan bingung. Satu di antara sepuluh sumur tersebut tiba-tiba menghilang. ”Pangeran menghitung ada sembilan sumur di sana,” ujar Kris.

Karena tidak percaya, sang pangeran menghitung berkali-kali. Nyai Tumengkang Sari terus memanjatkan doa. Nah, seolah tidak bisa dipercaya. Jumlah sumur yang dibangun seolah benar-benar hilang satu. ”Pangeran tidak sadar kalau ada salah satu sumur yang diduduki Nyai Tumengkang Sari,” ungkap Kris.

Gara-gara jumlah sumur tinggal sembilan, pernikahan sang pangeran dengan Nyai Tumengkang Sari batal. Pangeran lantas kembali ke Majapahit. Kisah itulah yang kemudian melahirkan nama Dusun Sumur Songo yang kini terkenal di Gresik. Wallahu a’lam. (jawapos/han)

Editor : Hany Akasah
#giri #Songong #Sunan #gresik #Sumur #majapahit #Nyai Ageng Tumengkang Sari