RADAR GRESIK-Tak pernah disangka, kecintaannya terhadap seni tari membuat Noemi Hana Setiawan, penari cilik asal Gresik ini meraih berbagai prestasi membanggakan.
Yang terbaru, penari cilik berusia 6 tahun ini berhasil meraih Juara 1 sekaligus Grand Winner dalam festival Lomba tari kreasi tingkat nasional di TMII, Jakarta, 25 Mei lalu.
Hana tak sendirian, karena lomba tersebut beregu. Namun siswa TK B Harvard Randuagung, Gresik ini merupakan satu-satunya penari dari Gresik, dimana empat rekan se-timnya berasal dari Mojokerto.
Atas prestasi tersebut, Hana bersama rekan timnya berhak mewakili delegasi budaya Indonesia ke Amsterdam, September mendatang.
Menurut Hana saat ditemui Radar Gresik, prestasi ini merupakan prestasi tingkat nasional pertama yang diraihnya.
Selain itu ini juga merupakan prestasi beregu pertama, dimana sebelumnya Hana menjadi penari tunggal.
"Rasanya deg-degan saat tampil maupun pengumuman. Awalnya masuk sepuluh besar dan mendapatkan thropi kecil, namun tak disangka bisa menjadi juara satu," terang Hana dengan imutnya.
Prestasi ini melengkapi prestasi lainnya yang pernah diraih Hana.
Ada sekitar lebih dari 20 thropi lomba menari di kamarnya dan diraih hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Orang tua Hana, Erna Zuliana (32) sangat mendukung minat dan bakat sang buah hati. Diceritakannya awalnya mencoba mencoba mengajak Hana terjun di dunia fashion show, namun kurang menemukan passion.
Hingga akhirnya mencoba terjun ke dunia tari dan mendaftar di sanggar, Hana sering memenangkan lomba.
"Baru satu tahun ini bergelut di dunia tari tradisional. Awalnya bergabung dengan sanggar di Gresik, dan kini bergabung di dua sanggar tari yakni Bening Irsani Gresik dan sanggar Sangralaksita di Mojokerto," tutur Zuliana.
Perjalanan Hana sebelum ke TMII, Jakarta sangatlah luar biasa.
Tiket lomba di TMII diperoleh Hana setelah sebelumnya menjadi juara 1 di Pekalongan dengan peserta berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa timur, DI Yogyakarta.
Dukungan dari orang tua Hana juga patut diacungi jempol. Bahkan sebelum mengikuti lomba, sang Ibu rela mengantar Hana berlatih dari Gresik ke Mojokerto setiap Senin hingga Kamis selama sebulan.
Atas dukungan tersebut kini berbuah manis, prestasi tersebut tak hanya membuat Hana mewakili Indonesia ke Amsterdam, Belanda.
Namun Hana mendapatkan beasiswa sebesar 25 ribu USD untuk belajar di China setelah lulus SMA.
"Di Amsterdam rencananya tanggal 2 September dan akan membawakan tiga tarian tradisional Indonesia," katanya.
Salah satunya tari Gebyar Barong yang mengantarkannya meraih Juara satu di TMII, Jakarta. (rir/han)
Editor : Hany Akasah