Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Lestarikan Tradisi Sesuai Pakem, Pemkab Gresik Gelar Pasar dan Lelang Bandeng Kawak Akhir Ramadhan 2024, Simak Tanggalnya

Hany Akasah • Rabu, 3 April 2024 | 20:25 WIB
SEMARAK: Pemkab Gresik bakal menggelar Pasar Bandeng Kawak dan Pasar Rakyat 2024 mulai 6 hingga8 April 2024.
SEMARAK: Pemkab Gresik bakal menggelar Pasar Bandeng Kawak dan Pasar Rakyat 2024 mulai 6 hingga8 April 2024.

RADAR GRESIK-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan menggelar Pasar Bandeng 2024 mulai tanggal 6 hingga 8 April 2024.

Selain gelaran pameran UMKM dan pasar bandeng, tradisi di Gresik ini sudah ada sejak zaman Sunan Giri juga digelar lelang bandeng kawak.

Kepala Dinas Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gresik drg Saifuddin Ghozali mengatakan, Pemkab Gresik akan meramaikan Pasar dan Lelang Bandeng mulai dari Jalan Gubernur Suryo- Samanhudi, HOS Cokroaminoto hingga Raden Santri.

“Kabupaten Gresik setiap tahunnya memiliki tradisi khas yang selalu dilestarikan oleh penduduk Gresik,” kata Ghozali pada Radar Gresik.

 Baca Juga: Yamaha Buka 14 Posisi Lowongan Kerja Lulusan SMA, SMK, D3 hingga S1, Berikut Link dan Persyaratannya

Sementara itu, sejarawan M Falah mengatakan, tradisi Pasar Bandeng yang tidak sekedar hanya melestarikan tradisi tetapi juga berdampak pada kemajuan perekonomian kabupaten Gresik.

Tradisi yang dimaksud yaitu Tradisi pasar bandeng yang selalu ramai diadakan di tengah perkotaan Gresik.

Tradisi ini merupakan tradisi yang dilakukan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dan dilakukan pada dua malam terakhir sebelum malam takbiran atau pada malam ke-29 atau di Gresik sebagai malam “songo likur”.

“Alhamdulillah, tahun ini digelar sesuai pakem. Pas tanggal 29 Ramadan puncaknya,” kata Falah.

 Baca Juga: Sejarah Tradisi Sanggring Kolak Ayam Gumeno Gresik Digelar Setiap 23 Ramadan

Tradisi ini pun menjadi salah satu momen yang ditunggu masyarakat. Tradisi ini sudah menjadi acara rutin, sejak Sunan Giri berkuasa memimpin Kerajaan Giri Kedaton.

Pasar dan lelang Bandeng kawak mulai dilakukan karena banyaknya santri yang membawa pulang bandeng sebagai oleh-oleh selepas iktikaf di Gresik.

Konon, Sunan Giri melihat potensi ikan bandeng yang cukup melimpah sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Dari situ, tradisi pasar bandeng diadakan, mulai dari lomba hingga lelang yang bisa dilihat dan diikuti semua masyarakat Gresik.

 Baca Juga: 976 Stand UMKM Gresik Meriahkan Pasar Bandeng

Sejarawan Gresik Fatah mengatakan, tujuan untuk menyambut malam takbiran atau untuk memeriahkan hari kemenangan agama Islam (Hari Raya Idul Fitri).

Latar belakang diadakannya Pasar bandeng ada 3 hal. Yakni sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan mereka dalam menjalankan ibadah puasa.

Selain itu akan diakhiri dengan liburan untuk berbelanja kebutuhan hari raya untuk warga Gresik

Menunjukkan kepawaian warga Gresik khususnya pesisir dalam bidang pertambakan ikan bandeng.

Mengingat letak georgafis Kabupaten Gresik berada di daerah pesisir pantai utara yang sangat panjang yang begitu  menguntungkan, karena letaknya yang cocok  untuk budidaya tambak.

Apabila  kita menyusuri jalur pantura dari Gresik hingga Lamongan, sejauh mata memandang tampak deretan tambak ikan  bandeng dan juga udang.

Selain itu juga untuk mengingat adat dan melestarikan budaya agar tidak hilang digerogoti waktu karena tradisi ini merupakan warisan dari Sunan Giri yang selalu diselenggarakan warga Gresik. (han)

Editor : Hany Akasah
#Tradisi #gresik #Ramadan #sejarah #sunan giri #Pasar Bandeng