RADAR GRESIK - Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir membuat sejumlah wilayah di Gresik selatan kembali dilanda banjir. Banjir menggenangi 18 Desa di Lima Kecamatan. Banjir paling parah merendam Kecamatan Balongpanggang akibat Luapan Kali Lamong.
Dari data yang berhasil dihimpun, banjir di Balongpanggang menggenangi enam desa. Yakni, Desa Dapet. Air menggenangi jalan, rumah dan puluhan hektar sawah. Kemudian, Desa Wotansari, 290 rumah, puluhan hektar sawah dan jalan tergenang. Desa Karangsemanding, 125 rumah, puluhan hektar sawah, masjid, SD dan jalan tergenang.
Desa Sekarputih, 165 rumah, puluhan hektar sawah dan jalan tergenang, Desa Banjaragung air hanya menggenangi jalan dan sawah, Desa Pucung 9 rumah, puluhan hektar sawah dan jalan tergenang air.
Kemudian, di Kecamatan Benjeng, empat desa tergenang air. Yakni, di Desa Sedapurklagen Pustu, SDN, Balai Desa, Pemakaman Umum, jalan dan sawah tergenang. Desa Deliksumber, air menggenangai 10 rumah SDN, Masjid, jalan dan sawah. Desa Lundo, air menggenangi jalan, Desa Kedungrukem air menggenangi 5 rumah, jalan dan sawah.
Selanjutnya, di Kecamatan Cerme banjir menggenangi dua desa, yakni Desa Dungus. Air menggenangi 30 rumah, Musala, TK, Makam, jalan dan sawah. Serta Desa Pandu air menggenangi jalan.
Selain banjir akibat luapan Kali Lamong, banjir juga terjadi di Kecamatan Driyorejo dan Menganti. Di dua lokasi ini banjir disebabkan oleh genangan air.
Di Driyorejo, banjir menggenangi empat desa. Yakni, Desa Sumput, Desa Kesamben Wetan dan Desa Petiken air menggenangi jalan. Serta Desa Cangkir, air menggenangi sekolah, pemukiman, sawah dan jalan.
Sedangkan di Kecamatan Menganti, air menggenangi dua desa. Yakni, Desa Pranti yang menggenangi Perumahan Graha Menganti 2, dan Desa Bringkang menggenangi Perum Graha Menganti 1, Perum Oma Indah Menganti dan Dusun Talun.
Plt BPBD Gresik Suyono mengatakan untuk banjir di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng dan Cerme disebabkan luapan Kali Lamong. Sedangkan di Menganti dan Driyorejo disebabkan genangan akibat hujan.
"Kami telah menerjunkan tim memantau di lokasi serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Kami juga mengirimkan bantuan logistik kepada masyarakat," ujarnya melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Driatmiko Herlambang.
Dikatakan, pompa air DPUTR Gresik masih bersiaga di Perum Graha Menganti 2, pompa Air BBWS Bengawan Solo masih bersiaga di Perum Oma Indah Menganti dan Perum Graha Menganti 1.
"PU juga melakukan pengerukan sejumlah sungai dan saluran," ungkapnya. (rof)
Editor : Hany Akasah