RADAR GRESIK- Sebanyak 1400 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir di lingkungan RW 9 Perumahan Oma Indah Menganti dan Graha Menganti Desa Bringkang Kecamatan Menganti kini mulai khawatir akan kondisi kesehatannya.
Bagaimana tidak, air yang memggenangi rumah mereka sejak tiga hari yang lalu, Selasa (06/02) tidak ada tanda-tanda akan surut. Mirisnya, warga menuding upaya dari Pemkab Gresik untuk menanggulangi banjir minim. Padahal, banjir di kedua perumahan tersebut sudah menjadi rutinan sejak tahun lalu.
Ketua RW 9 Perumahan Oma Indah Menganti Desa Bringkang Kecamatan Menganti, Hariyono mewakili warga meminta kepada Pemkab Gresik agar melakukan normalisasi saluran air di sekitar perumahan secara rutin.
Sebab jika kondisi banjir ini tidak segera ditanggulangi khawatir warga dilingkungannya terserang berbagai penyakit.
“Harus ada tindakan cepat. Kami juga khawatir jika sampai nanti dangkal, eceng gondok akan tumbuh memenuhi aliran sungai sampai kali Lamong,” kata Hariyono.
Keluhan Ketua RW 09 Perumahan Oma Indah Menganti direspon Anggota DPRD Gresik Komisi III, Abdullah Hamdi. Politisi PKB ini menilai bahwa banjir tersebut bukanlah hal yang baru, melainkan sudah terjadi dua kali sejak tahun kemarin.
“Kejadian ini sebenarnya sudah kita ingatkan temen-temen yang ada di dinas terkait. Bahkan sebelum hujan Pak RW sudah berkoordinasi dengan kami, untuk minta bantuan alat berat,” kata Abdullah Hamdi.
Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan banjir. Pertama, kurangnya tempat penampungan air akibat banyaknya perumahan yang dibangun di atas lahan yang dulunya berfungsi sebagai resapan air. Kedua, kontur tanah yang rendah sehingga menjadi tempat genangan air.
Ketiga, kurangnya tindakan preventif dari dinas terkait, seperti normalisasi saluran dan kajian saluran sungai.
Namun, politisi yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) Menganti- Kedamean tersebut menilai tindakan tersebut kurang efektif jika dilakukan saat musim hujan. Ia menyarankan agar dinas terkait melakukan normalisasi saluran saat musim kemarau.
Baca Juga: Progres 90,6 Persen, Smelter Freeport Gresik Catat Serapan 150 Ribu Tenaga Kerja
“Kami berharap, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) melakukan kajian terkait dengan saluran yang ada di wilayah yang dilalui, terutama untuk Perumahan Oma Indah ini. Karena selama ini kami tahu, tidak ada roadmap terkait dengan saluran sungai yang jelas di Kabupaten Gresik, terutama Kecamatan Menganti,” imbuh Abdullah Hamdi.
Abdullah Hamdi juga meminta DPUTR segera membangun pompa yang bisa menyedot air dari anak Kali Lamong langsung ke Kali Lamong, yang merupakan sungai utama di Kabupaten Gresik. Ia berharap agar rekomendasi ini segera dikaji, dan dieksekusi oleh dinas terkait. (fir/han)
Editor : Hany Akasah