RADAR GRESIK- Menjelang gelaran pesta demokrasi yang kurang 80 hari lagi atau Februari 2024 persiapan tidak hanya dilakukan oleh para kontestan maupun penyelenggara Pemilihan Umum saja.
Namun pihak rumah sakit dan tenaga kesehatan juga ikut mempersiapkan diri. Rumah sakit tidak hanya memberikan perawatan kesehatan fisik saja melainkan memberikan layanan penguatan mental terhadap calon anggota legislatif (Caleg) yang mengalami depresi akibat gagal menjadi anggota dewan.
"Kami sudah memiliki tenaga psikiater maupun psikologi klinis yang siap menerima pasien," ujar Direktur RSUD Ibni Sina Gresik, dr Soni.
Klinik Psikiatri Ibnu Sina Gresik dilengkapi dengan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa. Nantinya dokter spesialis akan fokus pada diagnosis, pengobatan, dan pencegahan terhadap gangguan emosional, kejiwaan, maupun perilaku. Hal ini sesuai dengan keilmuan psikiater untuk mendiagnosis dan menangani gangguan mental pada pasien.
"Dokter psikiater dapat mencari dan mengetahu gejala-gejala yang dialami oleh pasien dengan serangkaian tes psikologi (psikotes) serta tes penunjang meliputi tes darah, tes urine, tes CT-Scan, MRI, EEG jika dirasa diperlukan," imbuh Direktur RSUD Ibni Sina Gresik, dr Soni.
Dalam menangani caleg yang gagal, dokter akan bekerjasama dengan pasien atau pihak keluarga untuk membuat rencana perawatan pasien. Diharapkan dengan pengobatan dan perawatan kepada pasien secara tepat akan memberikan pemulihan dengan cepat.
"Untuk tahun 2014 dan 2019 saya masih belum dapat datanya apakah ada caleg yang dirawat atau tidak karena saat itu belum bertugas disini. Nanti akan kami cek datanya dulu," tandas Direktur RSUD Ibni Sina Gresik, dr Soni.
Sementara itu, pada Pemilu kali ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik telah menetapkan 566 orang sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) sebagai Caleg DPRD Gresik.
Dari jumlah itu, yang terpilih menjadi anggota DPRD Gresik hanya 50 orang sehingga ada 516 kontestan yang diperkirakan gagal duduk sebagai anggota dewan periode 2024-2029. (fir/han)
Editor : Hany Akasah