GRESIK- Api yang melahap pabrik kayu PT Nankai Indonesia hingga Kamis (13/10) malam belum bisa dipadamkan.
Besarnya areal pabrik ditambah banyaknya material yang terbakar membuat personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pemkab Gresik dan sejumlah tim Damkar dari perusahaan sekitar mengalami kesulitan dalam menjinakkan si jago merah.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang turun ke lokasi dan melihat peristiwa memberikan suntikan semangat kepada para personel Damkarla yang berjibaku memadamkan api.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Gresik itu berpesan agar para personel tetap berhati-hati dalam menjalankan tugas sehingga tidak terjadi hal lain yang tidak diinginkan.
"Rolling-rolling terus biar tidak capek, setiap berapa jam rolling," kata Bupati Yani kepada personil Damkarla yang bertugas di lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pemkab Gresik, Agustin Halomoan Sinaga mengakui api yang membakar PT Nankai Indonesia masih belum bisa di padamkan, namun personilnya dilapangan telah bisa mengendalikan api sehingga tidak semakin membesar.
"Karena ini pabrik yang memproduksi bahan kayu sehingga materialnya sangat mudah terbakar. Namun sebenarnya api sudah relatif terkendali dibandingkan saat awal kejadian. Mudah-mudahan ini bisa segera kami padamkan," ujar Sinaga.
Pada bagian lain, dua korban kebakaran di pabrik kayu PT Nankai Indonesia saat ini menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Semen Gresik.
Korban bernama M. Sholahudin dan Ismanto.
Keduanya mengalami luka bakar di area wajah, leher, perut, tangan, dan kaki. Namun, luka yang cukup serius terdapat di area leher dan kepala yang menyebabkan trauma inhalasi atau trauma di area pernapasan.
Pihak rumah sakit pun telah menghubungi seorang dokter spesialis bedah plastik untuk membersihkan luka bakar pada korban.
“Kondisi korban saat ini memang kami konsulkan ke dokter spesialis plastik untuk dilakukan pembersihan area luka bakar. Selanjutnya, nanti akan dirawat di ICU,” kata Manager Pemasaran dan Humas RS Semen Gresik, dr Tolib Bahasuan.
Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan dokter spesialis bedah Thorax Kardiovaskular karena diindikasikan terdapat sedikit kerusakan pada jaringan.
“Tapi nanti kita tunggu dari dokter bedah plastiknya. Saat ini korban masih di kamar operasi. Rencana dibersihkan dan selanjutnya akan tetap dirawat di ruang ICU,”tandasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah