GRESIK –Polres Gresik merilis hasil pemerikasan MRI dari RS PHC Surabaya terkait kasus dugaan siswi kelas 2 SD Negeri 236 Gresik SAH,8, yang matanya dicolok dengan tusuk bakso.
Hadir dalam preskon yakni Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, Bupati Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kejari Gresik Nana Riana dan tim dokter RSUD di Mapolres Gresik
Baca Juga: Fakta-fakta Mengejutkan Kasus Mata Siswi SDN di Gresik yang Dicolok Tusuk Bakso
Dokter spesialis mata RS Ibnu Sina Bambang Tuhariyanto, Sp M mengatakan, dari hasil MRI RS PHC Surabaya bahwa mata kanan mengalami keluhan, sedangkan mata kiri normal.
" Dari pemeriksaan fisik makro tidak ditemukan kelainan apapun, mulai bekas luka tidak ada, " ujarnya, Kamis (21/9).
Pemeriksaan MRI itu dilakukan untuk melihat mata normal dan hasil tidak ada kelalaian bekas luka kekerasan tidak ada.
"Terkait penurunan penglihatan mata tidak bisa menjelaskan karena bukan kewenangan kita.
Penurunan penglihatan mata dari tusuk bakso belum tentu juga, " jelasnya.
Penurunan penglihatan mata disebabkan salah satunya katarak maupun gangguan mata lainnya. " Salah satu contoh buta warna, " ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menuturkan berdasarkan penyidikan yang dilakukan oleh anggotanya.
Tidak ada satupun saksi yang diperiksa menyatakan terjadi dugaan kekerasan yang dialami siswi SDN itu.
“Selain tidak ada saksi yang melihat. Enam kamera CCTV yang dipasang di sekolah juga tidak merekam waktu kejadian karena sejak Juni 2023 mati,” jelasnya.
Sewaktu anggotanya melakukan pemeriksaan terhadap 47 saksi. Mulai dari kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, saksi ahli, dan 156 siswa teman korban tidak ada satupun yang melihatnya.
“Hasil visum yang telah dilakukan tidak didapatkan bekas kekerasan apapun, serta saksi tidak ada yang melihat kejadian tersebut,” ucapnya.
Baca Juga: Polres Gresik Segera Rilis Hasil Pemeriksaan MRI Korban Dugaan Dicolok Tusuk Bakso di SDN Menganti
Di waktu yang sama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan terkait dengan kasus ini, pihaknya merasa prihatin saat mendengarkan kabar adanya kekerasan.
“Pihak kami mendorong kasus ini tidak terulang lagi di ruang lingkup pendidikan. Sebagai upayanya pemerintah daerah terus bergerak menjadikan Gresik menjadi sekolah ramah anak,” pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah