GRESIK-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mendorong agar proyek rumah pompa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan dan rumah pompa Bunder bisa diselesaikan lebih cepat dari target yang ditetapkan. Dorongan tersebut dibuktikan dengan pemantauan secara rutin proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Dalam monitoringnya kemarin, Bupati Yani mengaku puas dengan progres proyek yang lebih cepat dari target dicanangkan. Disebutkan, hingga Rabu (06/09) progres pengerjaan proyek SPAM Umbulan dan rumah pompa Bunder sudah mencapai 19,80 persen dari yang ditargetkan 5,72 persen.
"Progresnya lebih dari 14,08 persen diatas target," kata Bupati Yani.
Dijelaskan, bagi Yani proyek ini cukup vital lantaran jika sudah bisa dioperasikan akan mampu meminimalisir dampak kekeringan yang disebabkan oleh musim El Nino di Gresik. Selain itu, proyek perpipaan air bersih, dari pipa tersier hingga sambungan rumah ini bentuk keterlanjutan dari upaya penyediaan air bersih untuk masyarakat Gresik.
"Tahun 2023 kita fokuskan di Kecamatan Duduksampeyan, dan menyasar di 7 desa. Kita ketahui, Kecamatan Duduksampeyan memiliki masalah tahunan yakni kebutuhan air bersih yang sudah terjadi bertahun-tahun," imbuhnya.
Sesuai dengan masterplan, tujuh desa yang mendapatkan manfaat proyek SPAM Umbulan di antaranya adalah Desa Wadak Lor, Wadak Kidul, Kawistowindu, Petisbenem, Sumengko, Sumari, dan Desa Duduksampeyan. Bupati berharap akhir tahun 2023 proyek ini bisa tuntas sehingga kebutuhan air di sejumlah desa di Kecamatan Duduksampeyan bisa teratasi.
Baca Juga: Musim Hujan Datang, Bupati Gresik Periksa Kerja Rumah Pompa
"Ada 4.545 penerima manfaat sambungan rumah air bersih dari proyek tersebut. Nantinya pada 2024, kita berkelanjutan membangun reservoir di Desa Duduksampeyan. Tujuannya, agar air ini bisa mengalir hingga ke Desa Kemudi, Kramat, hingga ke perbatasan Lamongan," jelasnya.
Sementara itu, untuk mengatasi persoalan kekurangan air bersih di beberapa wilayah, Bupati Yani melalui dinas terkait sigap untuk mensuplai bantuan air bersih. Seperti halnya yang dilakukan BPBD Kabupaten Gresik bersama PDAM Giri Tirta di Desa Petisbenem. Tercatat ada 6 tangki dan 2 tandon air bersih yang disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik bersama PDAM Giri Tirta. Supply air ini menjadi bantuan sementara, selagi pembangunan perpipaan di wilayah tersebut rampung digarap.
"Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bilamana ada desa lain yang membutuhkan air bersih, bisa berkoordinasi dengan kecamatan," pungkasnya.
Dalam kegiatan ini tampak hadir Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinas CKPKP) Gresik, Ida Lailatussa'diyah, Kepala BPBD Darmawan, Camat Duduksampeyan Merista Dedy Hartadi bersama Forkopimcam, serta jajaran Direksi PDAM Giri Tirta. (fir/han)
Editor : Hany Akasah