Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kualitas Udara di Gresik tak Sehat Pada Jam Tertentu

Muhammad Firmansyah • Selasa, 29 Agustus 2023 | 16:42 WIB

MENGEPUL: Asap hitam pekat di wilayah Gresik selatan menjadi penyumbang polusi tertinggi di kota Santri.
MENGEPUL: Asap hitam pekat di wilayah Gresik selatan menjadi penyumbang polusi tertinggi di kota Santri.
GRESIK - Selama beberapa pekan terakhir masyarakat di Indonesia dihebohkan dengan isu polusi udara ibu kota Jakarta yang tidak sehat. Nah, rupanya kualitas udara yang tak kalah miris juga terjadi di Kabupaten Gresik. Pada hari Senin (28/08) pagi kemarin, hasil pemantauan sensor digital aplikasi Nafas menunjukkan jika indeks kualitas udara (Air Quality Index) berwarna merah yang berarti tidak sehat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Zubaidah mengakui jika pada jam tertentu indeks kualitas udara di kota santri menunjukkan hasil yang kurang baik. Meski demikian, dia mengklaim tingkat polusi udara di Gresik masih dapat diterima manusia.

“Hal ini terus menjadi perhatian kami. Kualitas udara yang kurang baik akan meningkatkan risiko ancaman kesehatan yang berpotensi menurunkan kualitas kehidupan. Tingginya tingkat polusi udara juga membuat masyarakat rentan terpapar berbagai penyakit yang membahayakan jiwa,” tegas Sri Zubaidah.

Trend kualitas udara yang tidak sehat biasanya terjadi pada pukul 07.00 WIB, 17.00 WIB dan pukul 01.00 dini hari. Dia menuturkan, pada jam tersebut mobilitas masyarakat sangat padat dan industri di Gresik mulai menyalakan mesin mesin produksinya. Nah, untuk mengantisipasi tingginya polusi udara seperti yang terjadi di ibu kota DLH Gresik telah melakukan langkah cepat. Mulai dari mengirimkan surat kepada industri yang memiliki cerobong asap agar memasang alat filter udara hingga membakar gas sisa produksi melalui flare yang bertujuan meminimalisir pencamaran udara.

Adapun upaya lain yang terus dilakukan DLH Gresik untuk menangani permasalahan tersebut adalah menanam pohon karena bisa menghasilkan oksigen.

"Kami juga meminta pengelola kawasan industri di Gresik untuk memasang sensor indeks kualitas udara. Tujuannya agar kami bisa melakukan mitigasi saat sensor menunjukkan hasil polusi udara tinggi," imbuhnya.

Dipaparkan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan kualitas udara di Gresik tidak sehat antara lain 70 persen disebabkan oleh emisi gas transportasi. Sementara sisanya berasal dari rumah penduduk seperti pembakaran sampah, cerobong pabrik, cerobong genset dan lainnya. (fir/han)

Editor : Hany Akasah
#dlh #Udara #kualitas udara #gresik