Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ibu-Ibu Desa Yosowilangun Dapatkan Pelatihan Batik Ecoprint

Hany Akasah • Jumat, 25 Agustus 2023 | 16:08 WIB
KREATIF: Ibu-Ibu Desa Yosowilangun menunjukkan hasil pelatihan batik ecoprint yang dibina langsung oleh dosen STESIA Surabaya.
KREATIF: Ibu-Ibu Desa Yosowilangun menunjukkan hasil pelatihan batik ecoprint yang dibina langsung oleh dosen STESIA Surabaya.

GRESIK - Guna meningkatkan peran dan pemberdayaan perempuan, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya menggandeng Pemerintah Desa Yosowilangun memberikan pelatihan ecoprint kepada warga. Kegiatan tersebut menyasar 20 Ibu-ibu dan digelar di Balai Desa Yosowilangun, Selasa (22/8).

Dengan bermodal ketekunan, ibu-ibu   rajin prakti ilmu yang telah didapatkan. Mereka antusiasme mengikuti pelatihan dalam program pengabdian kepada masyarakat oleh tim dosen STIESIA. Mereka terdiri dari Dr. Nur Laily, M.Si, Dr. Kurnia SE, M.Si, Drs. Yahya, M.M, Ahmad Baihaqy, S.Kom., M.M, M.Kom, Vinza Hedi Satria, S.Kom, M.Kom, Hana Evi Damayanti, dan Nariswari Putri Arif.

 Dalam pelatihan hari pertama, ibu ibu dibekali berbagai materi dan praktik dari ahli ecoprint Cucuk Lailatus Sukria. Mulai proses scouring atau pembersihan kain agar lebih mudah dogunakan, dilanjut mordant dan proses pemgeringan. Cara dikeringkan dengan dijemur.

 "Setelah itu kain dibilas dan dicelupkan ke larutan kapur. Selanjutnya diperas dan dilakukan proses ecoprint dengan menggelar kain dan menata daun. Dilanjutkan proses pengukusan kain selama dua jam," ujarnya.

 Dosen STIESIA Nur Laily mengungkapkan pelatihan pembuatan ecoprint diharapkan bisa memberdayakan perempuan guna membantu pendapatan dan ekonomi keluarga.

 "Ecoprint bisa menjadi produk unggulan Desa Yosowilangun. Tak hanya pelatihan pembuatan batik ecoprint, kedepannya secara berkelanjutan kami juga akan memberikan pelatihan pembukuan sederhana, pemasaran, packaging dan branding produk," ujarnya.

Dengan pelatihan branding, labeling, pemasaran, hingga pembukuan, akan memudahkan ibu-ibu di desa Yosowilangun untuk memasarkan produk batik ecoprint.

Sementara itu Kepala Desa Yosowilangun, H. Abdur Rosyid melalui kerjasama ini, warganya sangat terbantu dalam berinovasi mengembangkan ekonomi kreatif.

"Melalui pengabdian kepada masyarakat yang digelar tim dosen dari STIESIA, kami sagat menyambut baik. Peoduk ecoprint tidak hanya dibuat kain, namun akan diolah dalam berbagai bentuk seperti tas, dompet, dan sepatu,” kata Rosyid. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#ecoprint #Yosowilangun #STIESIA