Kepala KSOP Gresik, Hotman Siagian mengungkapkan, teguran dilayangkan lantaran pihak operator kapal penyebrangan melakukan pelanggaran yakni dengan menempatkan bahan cair berbahaya seperti BBM dan cairan pembunuh nyamuk dekat dengan penumpang.
"Kami beri peringatan secara lisan saja, kami himbau agar barang tersebut dipindahkan. Syukurlah respon dari operator kapal cukup sigap sehingga tidak sampai menganggu kenyamanan penumpang kapal," kata Hotman disela-sela pembubaran posko angkutan Lebaran laut 2023.
Lebih rinci disebutkan, sepanjang arus mudik lebaran 2023 jumlah pemudik yang melintas di Pelabuhan Gresik mengalami kenaikan 6,18 persen. Sebagai rincian jumlah penumpang naik kapal dari pelabuhan Gresik sebanyak 9.047 penumpang, angka ini naik 4,97 persen dibandingkan arus mudik lebaran tahun 2022 yang mencapai 8.619 penumpang. Sedangkan untuk arus penumpang turun kapal di pelabuhan Gresik mencapai 9.178 penumpang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan momen lebaran lalu yang mencapai 8.546 penumpang.
"Jika dijumlah tahun ini secara total ada 18.225 penumpang yang melintas di pelabuhan Gresik untuk mudik. Naik lebih dari 1.000 orang dibanding mudik 2022 yang mencapai 17.165 penumpang," paparnya.
Baca Juga : Antisipasi Sabotase di Pelabuhan, KSOP Latih Perusahaan Pemilik TUKS
Baca Juga : Puncak Arus Balik Jalur Laut, Pemudik Asal Bawean Naik 10 Persen
Hotman mengungkapkan, sesuai instruksi Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) pihaknya akan segera melakukan evaluasi untuk menemukan terobosan baru dalam upaya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Dalam kesempatan yang sama pihaknya juga mengucapkan rasa terimakasih kepada seluruh insan pers yang telah menyebarluaskan pemberitaan positif, sehingga pelaksanaan posko angkutan laut Lebaran dapat berjalan kondusif.
"Kami berharap semua pihak bisa terus bersinergi agar kenyamanan dan keamanan mudik lebaran tetap bisa terjaga baik seperti tahun ini," pungkasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah