Camat Balongpanggang M Amri mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan kali Lamong menjadi meluap. Hal ini membuat sebagian jalan poros desa, jalan lingkungan, perumahan warga, persawahan, dan fasilitas umum terendam hingga ada fasilitas umum yang rusak.
Baca Juga : Upaya Tangani Banjir, Pemkab Bangun Kolam Retensi di Tiga Titik
"Ada jembatan, yang menghubungkan perbatasan Gresik dengan Kabupaten Mojokerto itu mengalami longsor atau berlubang akibat tergerus air," kata Amri, Senin (3/4).
Dikatakan, ketinggian banjir di masing-masing desa Amri menjelaskan, ketinggian banjir di Desa Wotansari berkisar 20-70 centimeter. Banjir itu merendam 235 rumah warga, 12 hektare area persawahan, 500 meter jalan poros desa, dan 1.220 jalan lingkungan.
Sementara itu, di Desa Sekarputih ketinggian banjir juga tercatat 20-70 centimeter. Di lokasi ini air merendam 160 rumah, 650 meter jalan lingkungan, dan 32 hektar persawahan. Sedangkan Di Desa Dapet, ketinggian banjir berkisar 50-100 centimeter. Akibatnya, 10 rumah, 17 hektar sawah, dan 300 meter, jalan lingkungan terendam banjir. Banjir setinggi 20-40 centimeter tercatat merendam 30 rumah di Desa Banjaragung.
"Selain itu, 10 hektar sawah dan 400 meter jalan lingkungan juga terendam," imbuhnya.
Baca Juga : Cegah Banjir, Warga Gotong Rotong Bersihkan DAS Brantas
Di Desa lain, Karangsemanding ketinggian air antara 30 hingga 50 centimeter. Ada 25 rumah warga yang kebanjiran, persawahan 25 hektar, JPD sepanjang 200 meter dan jalan lingkungan sepanjang 300 meter. Sedangkan di desa Desa Pucung ketinggian air berkisar 30-60 centimeter merendam 300 meter jalan poros desa dan 100 meter jalan lingkungan.
"Kami mengimbau masyarakat supaya waspada, mengingat luapan ini masih ada sedikit kenaikan meski lebih lambat. Tetap menjaga kesehatan. Kepada pemdes atau perangkat desa, agar tetap memantau perkembangan di desa masing-masing dan selalu berkoordinasi. Semoga luapan banjir juga cepat surut," himbaunya. (fir/han) Editor : Hany Akasah