Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekda, anggota DPRD Gresik Lusi Kustianah, perwakilan Polres Gresik, Forkopimcam Manyar, Kepala Desa Pongangan, Kepala Desa Suci dan Warga Desa Pongangan.
Kepala Desa Pongangan Aang Chunaifi mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran kegiatan kearifan local ini. Menurutnya kehadiran Bupati Gresik, Sekda, anggota DPRD serta berbagai tokoh masyarakat menjadi kebanggan tersendiri.
“Dua tahun sebelumnya kegiatan ini terkendala pandemi, para panitia sangat kompak mulai dari alim ulama, remaja karang taruna, lembaga pendidikan, perguruan silat yang ada di Pongangan saling bahu membahu mensukseskan kegiatan ini. Harapan saya kegiatan ini haul bisa istiqomah, dan masyarakat bisa menteladani dan mencontoh KH. Syafii,” tutur Aan.
Dalam kehadirannya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berkesempatan mengikuti arak-arakan sepanjang jalan KH Moh Syafii bersama ratusan siswa dan warga Desa Pongangan. Orang nomor satu di Kabupaten Gresik tersebut menyampaikan rasa senang dan syukur atas terselenggaranya acara haul. Menurutnya, ada dua hal yang dapat dipetik oleh masyarakat dalam peringatan haul kali ini.
"Yang pertama adalah mendoakan para pendahulu kita, kedua, kita sebagai generasi saat ini juga harus berdoa untuk keberkahan kita bersama. Jadi, sering-seringlah ziarah, jangan hanya saat tumpengan saja." tuturnya.
Gus Yani sapaan akrab bupati juga mengatakan, generasi saat ini memiliki tugas dalam melanjutkan perjuangan para pendahulunya. Mulai dari bidang agama hingga menyediakan sandang pangan. Perlu diketahui KH Moh Syafii merupakan sosok ulama besar, sekaligus pejuang kemerdekaan yang dimakamkan di Desa Pongangan.
baca juga : Desa Pongangan Fokus Kembangan Potensi BUMDes
"Hari ini, kami bisa bercocok tanam karena dulu para pendahulu dan sesepuh kita juga bercocok tanam. Maka hari ini kita harus menirunya agar generasi kedepan mendapatkan manfaatnya." ujar Gus Yani.
Disamping itu, Gus Yani juga mengajak ratusan warga yang hadir untuk mendoakan keselamatan para korban bencana gempa bumi Cianjur, Jawa Barat. (rir/han) Editor : Hany Akasah