Kepala Dinas Damkarla Kabupaten Gresik, Agustin Halomoan Sinaga menuturkan, pihaknya menerima laporan adanya kebakaran pada pukul 19.30 WIB, Senin (25/10). Selanjutnya 10 personil Disdamkarla Gresik meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemadaman, pihak Dinas Pemadam Kebakaran.
"Personel yang turun dari Pos Damkar Driyorejo dikerahkan untuk pemadaman api dengan dua unit kendaraan Damkar," ujarnya.
Api yang membakar bahan baku bio diesel sempat membuat petugas kewalahan. Beruntung dengan upaya bersama Polsek Driyorejo api dapat dijinakkan pukul 21.40 WIB atau tiga jam kemudian. “Saat memadamkan api, senter petugas tidak bisa menyala secara optimal. Ini yang menjadi salah satu kendala dilapangan," kata Sinaga.
Sementara itu, Kapolsek Driyorejo AKP Herry Moriyanto mengatakan, saksi Muhammad Andy Ali Faishol yang bertugas sebagai sopir Perusahaan melihat kepulan asap hitam pertama kali muncul dari arah gudang produksi. “Setelah didekati ternyata ada api kemudian saksi dibantu petugas satpam yang saat itu melaksanakan tugas jaga lasung menghubungi PMK terdekat dan Polsek Driyorejo,” ungkapnya.
Kapolsek mengatakan akibat musibah ini kerugian material diperkirakan tembus miliaran rupiah. Itu pun belum dihitung pasti oleh pihak perusahan yang dipimpin Matius Ade Indra Setiawan. “Kami juga memasang garis Police Line di lokasi gudang perusahaan yang terbakar,”tandasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah