Ketua Pembina Paguyuban Bedak Manyar (PBM) Muhammad Subur didampingi Ketua PBM Abdullah Syafi'i mengatakan, pihaknya mendukung pemerintah untuk melebarkan jalan Manyar, khususnya di Desa Manyarejo. "Kami mendukung pemerintah namun sebagai masyarakat perlu diperhatikan terkait solusi sebelum dilakukanya peleberan jalan ini, karena sebagai rakyat yang mencari nafkah untuk makan satu hari dan untuk membiayai anak kita sekolah, " ujar Subur.
Dikatakan, terkait relokasi pemerintah sudah menyiapkan lahan di sebelah lapangan dan dekat makam bentuknya pujasera. Namun, bentuk pujasera hanya cocok jualan makanan dan minuman saja, sementara pengusaha lain seperti tambal ban dan tukang las tidak tepat jika ditempatkan di pujasera. " Ini yang perlu dipikirkan ini semua punya kepentingan. Semua pasti punya kepentingan dimana pembangunan banyak kepentingan namun jangan mengorbankan nasib pedagang kecil, " jelasnya.
Dengan melakukan doa bersama tersebut, lanjut Subur, para pedagang mendoakan agar para pimpinan pemangku kebijakan membuka hatinya dan memperhatikan nasib para pemilik bedak. “Kami akan berjuang dengan baik jangan sampai melanggar hukum, " ucapnya.
Baca Juga : Pedagang di Jalan Manyar Pasang Banner Penolakan Relokasi
Kepala Desa Manyarejo yang juga sebagai pembina PBM, Yudiono menuturkan bedak yang kini ditempati sebenarnya dipinjam dari Dinas PU dengan ukuran kebelakang tiga meter. Kemudian, lahan di belakangnya lagi milik PT Garam. Dulu merupakan lahan aliran air dan sudah pengajuan pinjam pakai ke PT Garam.
" Kami tidak minta ganti rugi, kami hanya meminta rest area dan ada tempat parkirannya sesuai dengan kebutuhannya. Jangan malah dipi dah ke tempat dekat makam. Ini pelebaran jalan nasional bukan urusan bupati atau pemda, " tuturnya.
Yudiono menambahkan perwakilan pengurus PBM nantinya akan menampung aspirasi dari para pemilik bedak akan dirumuskan apa permasalahannya dan solusinya serta sisi postif dan negatifnya. " Nanti pengurus PBM membuat makalah untuk disampaikan kepada pemangku kebijakan melalui pak hasan membawa aspirasi ini ke DPRD Jatim maupun ke pusat, " katanya.
Sementara itu perwakilan dari Ketua DPRD Jatim Kusnadi akanmenampung keluhan dari para pemilik bedak. "Nantinya aspirasi para pemilik bedak akan disampaikan kepada mbak Puan Maharani sebagai Ketua DPRI dari Fraksi PDIP pusat agar masalah ini mendapatkan solusi, " tegasnya.
Salah satu perwakilan pemilik bedak Supaadim mengatakan meminta bedaknya untuk dimundurkan dari lokasi yang akan dilebarkan jalannya. "Bedak kami tetap di lokasi namun dimundurkan saja karena lahan di belakang masih luas. Terkait pembangun dan pelebaran jalan saya mendukung. Intinya doa bersama sebagai salah bentuk perjuangan untuk berikhtiar, " tegasnya. (yud/han) Editor : Hany Akasah