Kepala Dispertan Gresik Eko Anandito Putro mengatakan beberapa waktu lalu kami telah melaunching alat pengusir burung pipit. "Pada kesempatan itu kami minta Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) untuk menciptakan alat pengusir tikus," ujarnya.
Menurut dia, alat pengusir burung pioit tersebut sebenarnya sudah mengarah ke pengusiran hama tikus. Hanya belum dilakukan pengujian lebih lanjut. "Apakah nanti suara yang dihasilkan diganti predator tikus. Dan sensornya juga dilakukan pengembangan," kata dia.
Baca Juga : Sering Dikeluhkan Petani, Dispertan Kenalkan Alat Pengusir Burung
Dikatakan, hama tikus saat ini sangat dikeluhkan petani. Karena sangat merusak area pertanian. "Kami berharap memang alatnya bisa segera diciptakan. Makanya kami terus berkoordinasi dengan PENS Surabaya," terangnya.
Ditambahkan, saat ini sudah ada dua alat yang berhasil diciptakan untuk mengusir hama serangga dan burung pipit. Maka bukan tidak mungkin alat pengusir hama tikus juga bisa diciptakan. (rof/han) Editor : Hany Akasah