Kepala BPBD Gresik, Tarso Sagito mengaku bertambahnya jumlah yang terpapar Covid 19 diketahui setelah pihaknya melakukan Swab tes pada hari Jumat (11/02) kemarin.
"Sekarang hanya tersisa 10 ASN saja dari total pegawai 42 orang," ujarnya.
Tarso mengungkapkan dirinya juga mengaku bingung lantaran saat ini banjir tengah merendam sejumlah desa di wilayah Gresik selatan. Sehingga upaya penanggulangan kebencanaan tak bisa maksimal.
Baca juga berita terkait :
Bantuan Terus Mengalir ke Korban Banjir Kali Lamong
Mantan Kadisparta itu juga menyoroti lemahnya koordinasi antar OPD dilapangan, bahkan tim unit reaksi cepat yang sudah mendapatkan SK dari bupati tidak berjalan optimal dalam membantu masyarakat.
"Sebenarnya meskipun BPBD tidak bisa terjun, para OPD yang tergabung dalam tim reaksi cepat bencana ini bisa langsung menjalankan tugasnya masing-masing namun yang saat ini terjadi dilapangan masih saling menunggu," imbuhnya.
Untuk itu, lanjut Tarso, saat ini BPBD Gresik mengandalkan tim relawan yang setiap hari bergerak membantu masyarakat. Salah satunya tim relawan dari NU dan Muhammadiyah.
"Intruksi saya seluruh pegawai yang positif tetap harus isoman. Tidak boleh turun ke lapangan. Sementara saat ini kami meminta bantuan relawan," tandasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah