Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan, selama tak ada aktivitas pegawai, seluruh ruangan kantor akan disterilisasi agar saat aktif bisa bebas dari persebaran Covid-19. "Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes untuk melakukan penyemprotan," kata Tarso.
Dikatakan, penularan Covid-19 di kantor BPBD Gresik bermula dari adanya personel yang merasa kurang enak badan. Kemudian ditindaklanjuti, dengan melakukan koordinasi bersama Dinkes Gresik untuk dilakukan pemeriksaan swab antigen kepada seluruh pegawai. “Hasilnya 19 pegawai terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.
Kendati terserang Covid-19, mereka yang terpapar, rata-rata bergejala ringan dan bahkan tidak bergejala sama sekali. Untuk itu, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik hanya menyarankan isolasi di rumah.
Selain itu, lanjut Tarso, penularan Covid-19 yang terjadi di lingkup BPBD Gresik kemungkinan dipengaruhi beberapa faktor. Selain ada beberapa anggota yang sempat menjalani tugas luar kota, juga resistensi personel ketika harus menunaikan tugas yang dilaksanakannya. “Sebelumnya, ada yang sempat menghadiri acara rapat kerja di Surabaya, tapi memang tugasnya. Juga ada yang bertugas menyemprot cairan disinfektan ke rumah-rumah warga yang terpapar, ini juga bisa jadi,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Mukhibatul Husnah menyatakan jika berdasarkan hasil lab, varian covid 19 yang menyerang 19 pegawai BPBD bukan varian Omicron. "Kami sudah cek lab pegawai yang positif. Memang bukan varian baru," ujar dr Husna singkat. (fir/han) Editor : Hany Akasah