Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro menjelaskan, tiang lampu memiliki tinggi 1,5 meter menyesuaikan dengan media tanam. Pada tiang lampu bagian atas merupakan solar panel untuk menyerap sinar matahari menjadi energi listrik. Kemudian di bagian tengah ada tiga baterai dan alat untuk mengontrol nyala lampu.
Lampu bisa diatur misalkan mulai pukul 17.00 hingga 05.00. Kemudian warna nyala lampu juga bisa diatur. Pukul 17.00 sampai pukul 20.00 warna biru. Kemudian pukul 20.00 sampai 23.00 warna putih, kemudian pukul 23.00 hingga pukul 02.00 warna ungu dan sisanya warna kuning. “Waktu dan warna lampu ini sudah sesuai dengan riset data dari Dispertan. Kapan serangga itu keluar sehingga sesuai dengan nyala lampu,” jelas Eko. Lampu warna kuning disukai lebah, warna putih disukai hama wereng, lampu warna biru kepiting tanah. Pasalnya, serangga memiliki mata tunggal dan majemuk. Jadi bisa membedakan warna lampu.
Dikatakan, pada 2020 tercatat hama wereng batang coklat 1.608 meyerang batang padi di Gresik. Dispertan terus melakukan pengendalian supaya hama serangga bisa dikendalikan.
Dosen Elektro PENS Indra Ferdiansyah mengatakan, smart lamp baru pertama kali dilaunching dan dipasang di Gresik. “Harapannya, wereng bisa dikendalikan," kata Eko. (jar/han) Editor : Hany Akasah