Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemerintah Gresik, reklame dengan tinggi sekitar 8 meter dan lebar 6 meter itu tidak mengantongi izin alias bodong.
Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Bangunan Dan Lingkungan DPM PTSP Gresik, Yuson Lawupa Malvi memastikan jika reklame yang dibangun di depan kantor bupati Gresik itu bodong. “Reklame itu belum ada izinnya,” kata Yuson.
Bahkan, pemilik reklame seolah menantang pemerintah daerah dengan tidak melakukan pengurusan izin satupun. Hal ini semakin miris lantaran Satpol PP Pemkab Gresik selaku penegak perda juga tidak berani melakukan penertiban. “Informasi dari teman-teman Satpol PP sudah mendapatkan teguran. Namun sepertinya pengusahanya kucing-kucingan dengan petugas,” imbuh Yuson.
Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Pemkab Gresik, Abu Hassan mengaku belum tahu jika ada bangunan reklame tengah dibangun. Dia berjanji akan memanggil pemilik reklame untuk meminta klarifikasi. “Kami terjunkan personel dengan segera dan memanggil pemilik (reklame) ke kantor besok,” tegas Abu Hasan. (fir/han) Editor : Hany Akasah