Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

PDAM Giri Tirta Janji Kerja Keras Tingkatkan Pelayanan Pada 2021

Hany Akasah • Senin, 30 November 2020 | 17:02 WIB
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto didampingi Direktur PT Gresik Migas (BUMD) dan pejabat Pemkab Gresik memberikan santunan kepada puluhan anak yatim dan warga ring satu. (Firman/Radar Gresik)
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto didampingi Direktur PT Gresik Migas (BUMD) dan pejabat Pemkab Gresik memberikan santunan kepada puluhan anak yatim dan warga ring satu. (Firman/Radar Gresik)
GRESIK- Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Gresik terus berupaya memperbaiki layanan air bersih bagi masyarakat sesuai Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. UU tersebut berisi pengelolaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di daerah Kabupaten/Kota menjadi tanggung jawab daerah kabupaten/kota.

Jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal, salah satunya pemenuhan kebutuhan pokok air minum sehari-hari sebagaimana tertuang Peraturan  Pemerintah (PP) nomor  2 Tahun 2018 tentang Standart Pelayaan Minimal (SPM). Berbagai upaya telah ditempuh PDAM Giri Tirta untuk bisa memperluas cakupan layanan pada masyarakat. Salah satunya, kerjasama pembelian air dari SPAM Umbulan melalui PT Air Bersih Jatim sebesar 1.000 liter perdetik.  2021, pasokan air sebesar 300 liter/detik. Kemudian di tahun 2022 akan diperbesar menjadi 600 liter perdetik dan tahun 2022 menjadi 1000 liter/detik.

“Air dari Umbulan ini, untuk mencukupi untuk kebutuhan air di wilayah perkotaan sampai nantinya ke wilayah Duduksampeyan. Sedangkan kebutuhan air di wilayah Utara dicukupi dari Bendung Gerak Sembayat (BGS),” kata Dirut PDAM Gresik Siti Aminatus Zariyah, kemarin.

Di sisi lain, kendala besar harus dihadapi oleh PDAM Giri Tirta ketika supply air dari Umbulan sudah berjalan. Yakni, jaringan perpipaan di perkotaan yang sudah tua sehingga harus dilakukan peremajaan atau pergantian. Sehingga, membutuhkan suntikan dana yakni penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp 52 miliar di tahun 2021.  “Tujuannya untuk peningkatan pelayanan  karena ukuran pipa exiting terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan,”imbuh dia.

Sesuai rencana bisnis PDAM Giri Tirta, maka PMP senilai Rp 52 Miliar digunakan rehabilitasi pipa berdiameter 350 mm di perempatan Segoromadu – Jl Veteran (Gedung Wisma A.Yani) sepanjang 1770 meter. Kemudian, rehabilitasi pipa berdiamter 300 mm mulai Jalan Veteran (Gedung Wisma A.Yani) – Panglima  Sudirman –Pahlawan –Wachid Hasyim –Raden Santri –Basuki Rachmad sepanjang  2.576 meter.

“Juga rehabilitasi pipa berdiameter 500 mm dan pipa berdiameter  400 mm mulai Boster Giri 1 –Mayjend Sungkono atau SMPN Kebomas hingga Perempatan Segoromadu sejauh 6.728 meter,”tandas Risa- sapaan akrab Siti Aminatus Zariyah. Rencana rehabilitasi pipa berdiameter 200 mm hingga 355 mm di Kecamatan Duduk Sampayen. Terakhir, rehabilitasi pipa berdiamter 400 mm mulai Jalan Darmo Sugondo – Kelurahan Kramat Langon sejauh 2.030 meter. “Total kebutuhannya di 2021 untuk perbaikan jaringan sebesar Rp 52 miliar,”tandasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#2021 #Janji #Tingkatkan #Kerja Keras #gresik #Pelayanan #PDAM giri tirta #Pada