Ketua Lembaga Pattiro Gresik, Nur Khosi’ah mengatakan, kegiatan bank sampah dengan program GIRI itu diharapkan bisa menggerakkan ibu-ibu di Gresik memilah sampah dari rumah. “Sampah yang awalnya kotor dan tidak bermanfaat terus digerakkan supaya dapat meningkatkan kesadaran dan menjadikannya menjadi Rupiah,”kata Khosi’ah. Untuk menggerakkan program tersebut, pihaknya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang meminta desa buat Peraturan Desa (Perdes) pengolahan sampah. Tujuannya agar masyarakat bisa mengerti manfaat sampah dan membantu desa terhindar dari tumpukan sampah.
Sementara itu, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kebomas Kabupaten Gresik Dewi Mujianti mengatakan, PC Fatayat NU Gresik selalu turut serta dalam menggerakkan program kepedulian terhadap lingkungan. "Alhamdulillah, Fatayat NU Gresik selalu menyupport pemerintah dalam seluruh bidang, utamanya bidang lingkungan dan kesehatan," kata Dewi.
Ketua ASBAG Siti Fitriah mengatakan selain untuk pemberdayaan perempuan di Gresik, program GIRI itu mengajarkan masyarakat pentingnya menjaga lingkunga. “Jika kita berbuat baik kepada lingkungan maka akan diperlakukan baik oleh lingkungan,”ungkapnya. (jar/han) Editor : Hany Akasah