Ketua RW XII Tanjungwira Desa Yosowilangun, Abdul Rosyid mengatakan, warga sudah berkali-kali melarang korban dan keluarganya beraktivitas di luar rumah, namun hal itu tidak diindahkan.
"Mereka tetap pada pendirian jika Covid-19 tidak berbahaya. Sehingga tetap beraktifitas seperti biasa bahkan menyuruh pedagang galon air masuk ke rumah dan membeli sayuran. Ini membuat warga sangat resah," kata Rosyid.
Dijelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai pendekatan kepada korban dan keluarganya agar tidak beraktivitas di luar rumah. Warga siap bergotong royong untuk memberikan bantuan bahan pokok setiap harinya. Namun korban dan keluarganya menolak.
"Mereka meminta kami agar menyerahkan bantuan sembako itu kepada kaum dhuafa dan yang membutuhkan. Ini yang membuat kami heran," jelasnya.
Merasa sudah kehabisan akal, Rosyid dibantu pengurus RW yang lain melaporkan hal ini ke tim Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. Mendapat laporan itu satgas kecamatan turun dengan melibatkan beberapa aparat keamanan.
"Alhamdulillah satgas langsung menempel spanduk yang menerangkan jika pasien positif Covid 19 dilarang beraktivitas di luar rumah. Seluruh warga juga diminta melakukan pengawasan bersama," tegasnya.
Terpisah, Camat Manyar, M. Nadlelah minta agar warga tidak panik dan tetap melaporkan berbagai perkembangan yang terjadi di wilayahnya. Termasuk adanya pasien Covid-19 yang susah diatur atau diajak berkordinasi.
"Kami akan datangi rumahnya, jika tidak bisa menggunakan cara persuasif terpaksa kami karantina di rumah sakit," tegasnya. (fir/han) Editor : Jay Wijayanto