Launching GEMMA KIA, Wabup Alif Ajak Masyarakat Optimalkan Pemanfaatan Buku KIA

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:02 WIB
LAUNCHING GEMMA KIA : Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (tengah) secara simbolis meresmikan Gerakan Mengisi dan Memanfaatkan Buku KIA (GEMMA KIA). (Foto : Fajar/Radar Gresik)
LAUNCHING GEMMA KIA : Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (tengah) secara simbolis meresmikan Gerakan Mengisi dan Memanfaatkan Buku KIA (GEMMA KIA). (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat fondasi pelayanan kesehatan guna menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta prevalensi stunting.

Langkah konkret diwujudkan melalui peluncuran Gerakan Mengisi dan Memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (GEMMA KIA) dalam acara Seminar dan Launching GEMMA KIA Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Hotel Aston Gresik, Kamis (22/10).

Agenda strategis yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik ini dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Ketua Pokja Bunda PAUD, kepala OPD terkait, kepala puskesmas se-Kabupaten Gresik, kader kesehatan, guru PAUD, hingga organisasi profesi.

Baca Juga: Gagalkan Pengeroyokan hingga Ukir Prestasi, Tiga Personel Polres Gresik Terima Penghargaan

Dalam pengarahannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan komitmen Pemkab Gresik untuk mendongkrak derajat kesehatan ibu dan anak. Terlebih, tren AKI pada 2026 menjadi evaluasi serius karena mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

“Pemerintah Kabupaten Gresik terus berkomitmen menurunkan AKI, AKB, dan stunting. Namun, target ini membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan aktif seluruh lini agar dampaknya benar-benar nyata,” ujar Wabup Alif, Kamis (22/10).

Ia mengungkapkan, lebih dari 98 persen ibu hamil di Kabupaten Gresik sebenarnya telah memegang Buku KIA secara gratis dari puskesmas. Tingginya cakupan kepemilikan tersebut kini harus diimbangi dengan keaktifan membaca, mengisi, dan memahami isinya secara rutin.

Baca Juga: Jelang Ijtima Ulama se-Jawa Timur, MUI Gresik Kaji Hukuman Mati Bagi Koruptor

“Buku KIA bukan sekadar dokumen formalitas yang disimpan di lemari. Buku ini adalah panduan vital untuk memahami kondisi kesehatan, mengenali tanda bahaya kehamilan, serta memantau tumbuh kembang balita. Suami dan keluarga juga wajib terlibat,” tegasnya.

Alif menekankan pentingnya sinergi antara kader kesehatan, guru PAUD, dan tenaga kesehatan (nakes) dalam mendampingi keluarga. Pencatatan yang konsisten di Buku KIA memungkinkan deteksi dini risiko kehamilan atau gangguan tumbuh kembang anak sehingga penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat.

Guna mendukung penanganan darurat, Pemkab Gresik juga mengoptimalkan layanan panggilan darurat Call Center 112 untuk kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Baca Juga: Ringankan Beban Warga, Polsek Duduksampeyan Salurkan Bantuan Air Bersih di Desa Tumapel

“Saya berharap GEMMA KIA tidak berhenti pada momentum peluncuran seremonial, melainkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan di tengah warga demi menyelamatkan ibu dan bayi di Gresik,” pungkas Alif.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, membeberkan bahwa hingga Oktober 2026, kasus kematian ibu di Kabupaten Gresik mencatatkan 16 kasus. Angka ini meningkat dibanding tahun 2025 yang tercatat sebanyak 11 kasus.

“Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi kita semua. Melalui GEMMA KIA, kami membangun komitmen lintas sektor—mulai dari nakes, kader, guru PAUD, hingga keluarga—agar Buku KIA diisi lengkap dan dimanfaatkan sebagai acuan utama,” terangnya.

Baca Juga: Tahun Depan, Anggaran Banpol Gresik Diproyeksikan Naik Jadi Rp 7,5 Miliar

Rangkaian program GEMMA KIA meliputi komitmen pencatatan kesehatan menyeluruh, edukasi notifikasi tanda bahaya kehamilan dan nifas oleh kader, sosialisasi nomor darurat 112, serta penandaan status Anak Prasekolah (APRAS) Paripurna. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
kia kesehatan ASTON gresik Angka Kematian