Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebanyak 187 Atlet Gresik di POPDA dan Peparpeda Mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
SIMBOLIS : Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik Purwanto saat memberikan secara simbolis kartu kepersertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 187 atlet dan official kontingen Kabupaten Gresik yang berlaga di POPDA XV dan Peparpeda III Jatim 2026. (Foto : Dok/Radar Gresik)
SIMBOLIS : Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik Purwanto saat memberikan secara simbolis kartu kepersertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 187 atlet dan official kontingen Kabupaten Gresik yang berlaga di POPDA XV dan Peparpeda III Jatim 2026. (Foto : Dok/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Sebanyak 187 anggota kontingen Kabupaten Gresik yang tengah berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Timur III Tahun 2026 secara resmi mengantongi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik.

Perlindungan jaminan sosial komprehensif tersebut diberikan kepada 183 atlet pelajar dan empat official selama mengarungi kompetisi olahraga tingkat provinsi yang berlangsung sejak 29 Oktober hingga 11 November 2026 di Kabupaten Ngawi.

Skema kepesertaan ini menjadi wujud perhatian nyata terhadap aspek keselamatan dan jaminan kesehatan para atlet maupun tim official.

Pasalnya, di balik semangat berburu prestasi membela nama daerah, terdapat potensi risiko kecelakaan yang dapat mengintai kapan saja—baik saat fase persiapan, mobilitas perjalanan, pemusatan latihan, hingga saat bertanding di gelanggang arena.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik, Purwanto, menegaskan bahwa penyerahan kartu perlindungan ini merupakan bagian dari komitmen konsisten BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan rasa aman serta ketenangan bagi seluruh anggota kontingen.

Advertisement

“Melalui jaminan sosial ketenagakerjaan ini, para atlet dan official diharapkan dapat memusatkan fokus penuh bertanding mengharumkan nama Kabupaten Gresik tanpa perlu dibayangi kekhawatiran atas risiko keselamatan,” ujar Purwanto. 

Menurut Purwanto, dinamika aktivitas olahraga berintensitas tinggi tidak terlepas dari ancaman cedera maupun insiden fisik. Oleh sebab itu, kepersertaan jaminan sosial menjadi instrumen mitigasi vital guna memberikan jaminan kepastian penanganan medis yang presisi sesuai manfaat program kepesertaan.

Dengan terjaminnya 187 anggota kontingen tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik berharap daya juang meraih piala dan medali dapat berjalan selaras dengan kesadaran tinggi akan pentingnya perlindungan jaminan sosial.

“Dukungan ini sekaligus menegaskan bahwa perjuangan para atlet bukan hanya melulu soal mengejar medali dan kemenangan. Lebih dari itu, ini mengenai jaminan atas keselamatan mereka selama mengemban tugas membela kehormatan daerah di kancah olahraga Jawa Timur,” pungkasnya. (jar/han) 

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Evaluasi Pelayanan Lewat Audit AMPSR, Dinkes Gresik Soroti Kenaikan Angka Kematian Ibu

Evaluasi Pelayanan Lewat Audit AMPSR, Dinkes Gresik Soroti Kenaikan Angka Kematian Ibu

RADAR GRESIK – Grafis Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Gresik menunjukkan tren peningkatan. Hingga periode Oktober 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat sebanyak 16 kasus kematian ibu hamil hingga

Resmi Dikukuhkan, Wabup Alif Komitmen Permudah Perizinan Pesantren Lewat Sinergi Bersama FKPP Gresik

Resmi Dikukuhkan, Wabup Alif Komitmen Permudah Perizinan Pesantren Lewat Sinergi Bersama FKPP Gresik

RADAR GRESIK – jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Gresik periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Aula Masjid Agung Gresik, Jumat (6/11/2026).

Buka Workshop SPEED, Wakil Ketua DPRD Gresik Tegaskan Pengelolaan Limbah B3 Harus Transparan

Buka Workshop SPEED, Wakil Ketua DPRD Gresik Tegaskan Pengelolaan Limbah B3 Harus Transparan

RADAR GRESIK – Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kabupaten Gresik harus menjadi perhatian serius seluruh pelaku usaha, terutama di sektor industri. Pasalnya, limbah B3 yang tidak dikelola sesuai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer